Rusia telah mulai mengimpor bahan bakar dan menggunakan peraturan yang diperlukan untuk mengizinkan produksi beberapa jenis bahan bakar dengan emisi rendah. Menurut Sina Finance, Wakil Perdana Menteri Rusia Novak mengatakan langkah tersebut diambil ketika Rusia menghadapi kekurangan bahan bakar.
Sebelumnya, Kementerian Energi Kazakhstan mengatakan pada 2 Juli bahwa pihaknya siap memasok bahan bakar ke Rusia jika menerima permintaan resmi dari pemerintah Rusia, sementara Menteri Minyak dan Gas Alam India Hardeep Singh Puri mengatakan India juga dapat memasok bahan bakar jika diperlukan. Sejak akhir Mei, pasokan bahan bakar telah ketat di beberapa wilayah Rusia, dengan harga minyak yang lebih tinggi, pembatasan di SPBU, dan antrean panjang yang dilaporkan. Untuk menstabilkan pasar, pemerintah Rusia mengumumkan pada 8 Juli larangan ekspor diesel hingga 31 Juli, dan pada 30 Juli memperkenalkan larangan sementara baru untuk ekspor bensin, diesel, bahan bakar kapal, dan light gas oil, yang berlaku mulai 1 Agustus hingga 31 Januari 2027.
