Mengenal seorang perempuan, warga lokal Guangzhou. Rumahnya dibongkar, dan dapat enam unit rumah hasil pembagian. Uangnya masuk dari sewa sampai “tangan gemuk”. Dia sendiri lebih sering tidur siang, lalu malamnya main dadu—di daerah Pazhou dia membuka sebuah tempat game papan, sekadar untuk bersenang-senang, tidak berharap cari untung.
Pada bulan Oktober tahun lalu, salah satu pelanggan tetap tokonya datang—seorang programmer berkacamata bingkai hitam. Dia tinggal selama tiga bulan di ICU (konsepnya), lalu tiba-tiba bilang padanya, “Kak, arus kas kamu sedemikian stabil. Gimana kalau ambil sebagian uang sewa, buat investasi rutin (DCA) beli Bitcoin? Setiap bulan beli satu-dua puluh ribu, anggap aja nabung.” Dia bilang respons pertamanya saat itu adalah: “Bitcoin itu apa? Bisa dimakan nggak?” Tapi entah kenapa, akhirnya dia percaya lagi pada si programmer itu. Mulai dari tiap tanggal 1, dia beli setiap bulan tanpa berubah, mentransfer uang sewa dari dua unit rumah untuk membeli.
Dua bulan pertama harganya turun, dia santai saja—“Pokoknya itu uang sewa.” Bulan ke-3 dan ke-4 naik, dia juga tidak bergerak—“Lihat dulu.” Yang benar-benar bikin dia merasakan hal magis terjadi pada tahun ini di periode bulan 3-4: akun-nya naik lebih dari tiga kali lipat. Uangnya sudah cukup untuk membelikan satu unit apartemen kecil lagi di Zhujiang New Town. Dia sempat ingin menarik dana, tapi si programmer bilang “tunggu dulu.” Setelah dipikir-pikir, dia berkata kalau dia tidak punya keahlian itu, jadi dia menarik setengah saja. Sisanya dia biarkan, lalu dipakai untuk merenovasi ulang tempat game papan itu. Sementara koin yang tersisa masih di sana—kemarin barusan ternyata berbalik melipat jadi lebih dari empat kali modalnya.
Tapi dia tetap tidak mengerti, kenapa ada orang di dunia ini yang bisa rela memperdagangkan puluhan ribu koin untuk “memainkan” big cake. Dia juga tidak paham hubungan kartu grafis pada masa itu dengan hal tersebut. Kalimat yang paling serius dia ucapkan adalah: “Aku juga nggak serakah. Sekarang tiap bulan DCA itu rasanya kayak bayar sewa. Nanti anggap saja aku mengurangi satu unit rumah yang seharusnya harus aku sewakan.” Kalian bilang, kalau saat itu kalian diberi enam unit rumah, apa kalian berani hanya mengandalkan DCA dari uang sewa saja? Kalian pernah melihat orang yang beneran nyambung sama trading koin seperti itu siapa sih 🙃
#币圈故事 #Kisah Hidup
Pada bulan Oktober tahun lalu, salah satu pelanggan tetap tokonya datang—seorang programmer berkacamata bingkai hitam. Dia tinggal selama tiga bulan di ICU (konsepnya), lalu tiba-tiba bilang padanya, “Kak, arus kas kamu sedemikian stabil. Gimana kalau ambil sebagian uang sewa, buat investasi rutin (DCA) beli Bitcoin? Setiap bulan beli satu-dua puluh ribu, anggap aja nabung.” Dia bilang respons pertamanya saat itu adalah: “Bitcoin itu apa? Bisa dimakan nggak?” Tapi entah kenapa, akhirnya dia percaya lagi pada si programmer itu. Mulai dari tiap tanggal 1, dia beli setiap bulan tanpa berubah, mentransfer uang sewa dari dua unit rumah untuk membeli.
Dua bulan pertama harganya turun, dia santai saja—“Pokoknya itu uang sewa.” Bulan ke-3 dan ke-4 naik, dia juga tidak bergerak—“Lihat dulu.” Yang benar-benar bikin dia merasakan hal magis terjadi pada tahun ini di periode bulan 3-4: akun-nya naik lebih dari tiga kali lipat. Uangnya sudah cukup untuk membelikan satu unit apartemen kecil lagi di Zhujiang New Town. Dia sempat ingin menarik dana, tapi si programmer bilang “tunggu dulu.” Setelah dipikir-pikir, dia berkata kalau dia tidak punya keahlian itu, jadi dia menarik setengah saja. Sisanya dia biarkan, lalu dipakai untuk merenovasi ulang tempat game papan itu. Sementara koin yang tersisa masih di sana—kemarin barusan ternyata berbalik melipat jadi lebih dari empat kali modalnya.
Tapi dia tetap tidak mengerti, kenapa ada orang di dunia ini yang bisa rela memperdagangkan puluhan ribu koin untuk “memainkan” big cake. Dia juga tidak paham hubungan kartu grafis pada masa itu dengan hal tersebut. Kalimat yang paling serius dia ucapkan adalah: “Aku juga nggak serakah. Sekarang tiap bulan DCA itu rasanya kayak bayar sewa. Nanti anggap saja aku mengurangi satu unit rumah yang seharusnya harus aku sewakan.” Kalian bilang, kalau saat itu kalian diberi enam unit rumah, apa kalian berani hanya mengandalkan DCA dari uang sewa saja? Kalian pernah melihat orang yang beneran nyambung sama trading koin seperti itu siapa sih 🙃
#币圈故事 #Kisah Hidup