Hari ini saya ingin melihat satu pertanyaan sederhana:
Mengapa pinjaman dengan suku bunga tetap benar-benar penting dalam DeFi?
Kebanyakan pasar pinjaman DeFi yang pernah saya lihat menggunakan suku bunga variabel.
Itu berjalan baik ketika kondisi pasar berubah, tetapi ada satu masalah:
Biaya pinjaman Anda bisa berubah saat posisi masih terbuka.
Bayangkan meminjam 10.000 USDC hari ini.
Jika suku bunganya naik nanti karena permintaan pinjaman meningkat, biaya masa depan Anda menjadi lebih sulit diprediksi.
Di sinilah pinjaman dengan suku bunga tetap menjadi menarik.
Dengan jatuh tempo yang ditetapkan dan biaya pinjaman yang tetap, Anda memiliki gambaran yang jauh lebih jelas tentang seperti apa posisi tersebut sejak awal.
Bagi pemberi pinjaman, ini juga bisa berarti memiliki imbal hasil yang ditetapkan, bukan sekadar bergantung pada suku bunga yang terus bergerak mengikuti permintaan pasar.
Itu bagian yang menurut saya menarik dari @TermMax
Bukan cuma:
“Bisakah saya mendapatkan APY yang lebih tinggi?”
Tapi lebih tentang:
“Bisakah saya membuat biaya memberi pinjaman atau meminjam menjadi lebih dapat diprediksi?”
Dan dalam DeFi, keterpredikbaran bisa sama pentingnya dengan imbal hasil.
Tentu saja, suku bunga tetap tidak menghilangkan risiko likuidasi, kontrak pintar, atau risiko pasar.
Namun, suku bunga tetap dapat mengubah cara Anda memikirkan pengelolaan posisi pinjaman.
#TermMax