Saya menghabiskan waktu hari ini untuk mengikuti alur dari pembuatan GT hingga penetapan harga FT/XT, dan saya menyadari bahwa saya melihat setiap bagian secara terpisah, padahal bagian yang menarik adalah bagaimana semuanya saling berinteraksi.

GT awalnya terlihat seperti semacam pembungkus utang yang rumit bagi saya. Namun semakin banyak saya membaca, semakin saya melihat perannya dalam menjaga jaminan dan total kewajiban utang yang terikat pada satu posisi. Meski begitu, saya bertanya-tanya apakah token utang fungible konvensional bisa mencapai hal yang sama dengan kompleksitas yang lebih rendah.

Hubungan FT/XT juga memunculkan pertanyaan lain. Jika nilai gabungan mereka seharusnya sesuai dengan token utang yang mendasarinya, apa yang sebenarnya menghentikan seorang arbitrageur untuk memanfaatkan celah harga sementara? Saya berasumsi aktivitas pasar dan mekanisme protokol membantu menutup celah tersebut, tetapi saya tidak menemukan detail yang cukup untuk memastikan.

Lalu saya melihat staking. Saya masih belum yakin bagaimana imbalan dapat tetap terhubung dengan penggunaan protokol yang benar-benar nyata, bukan sekadar meningkatkan permintaan token lewat emisi. Pembedaan itu tampaknya penting untuk keberlanjutan jangka panjang.

Kurva harga adalah bagian lain yang sedang saya perhatikan. Seorang market maker bisa mengekspresikan tingkat harga yang diinginkan, tetapi preferensi tidak sama dengan permintaan nyata. Bagaimana sistem membedakan likuiditas yang benar-benar berguna dari pesanan yang sekadar menunggu di sana karena tingkat harganya tidak realistis?

Mungkin pertanyaan yang lebih besar adalah seberapa besar efisiensi TermMax berasal dari mekanismenya dibandingkan dari partisipasi pasar yang sebenarnya. Itulah yang ingin saya pahami selanjutnya.

#termmax @TermMax

$BTW