Menurut BBC, Israel telah membuka tender untuk sekitar 1.200 rumah permukiman di wilayah E1, di sebelah timur Yerusalem, di Tepi Barat yang diduduki. Langkah ini dikatakan para kritikus akan membuat pembentukan negara Palestina jauh lebih sulit. Kementerian perumahan menerbitkan tender untuk 1.234 dari 3.401 unit perumahan yang disetujui pada Agustus lalu, yang mencakup sekitar 12 km persegi di antara Yerusalem Timur dan permukiman Maale Adumim.

Batas waktu pengajuan penawaran adalah 19 Oktober, beberapa hari sebelum pemilihan umum Israel pada 27 Oktober, yang dapat membuat setiap upaya pembalikan di masa depan menjadi lebih sulit. Para penentang, termasuk Peace Now dan aktivis Palestina, mengatakan proyek itu akan memecah Tepi Barat menjadi dua, mengisolasi Yerusalem Timur, serta berdampak pada lebih dari 40 komunitas Badui.