‎Saya kembali menelusuri dokumen likuidasi TermMax secara spesifik untuk melacak ke mana uang penalti tersebut benar-benar berakhir.

‎Angkanya sederhana: 10% dari nilai utang yang dilikuidasi, diambil dari jaminan milik peminjam sendiri setiap kali likuidasi dipicu. Yang kurang jelas adalah pembagiannya — bukan menjadi satu pembayaran sekaligus ke satu pihak. 5% diberikan kepada likuidator sebagai imbalan karena mengeksekusi likuidasi. Sisa 5% dialirkan langsung ke cadangan milik protokol.

‎Yang berubah bagi saya adalah menyadari bahwa ini bukan sekadar biaya hukuman; ini adalah struktur insentif dua bagian yang dijelaskan dokumennya secara eksplisit untuk menjaga stabilitas protokol — dirancang untuk mempertahankan LTV yang diperlukan pada pinjaman sekaligus memberi likuidator alasan nyata untuk bertindak cepat. Rumusnya juga menegaskan urutan prioritas: jaminan yang dilikuidasi terlebih dahulu menutup imbalan likuidator, lalu sisanya diterapkan untuk penalti protokol, semuanya secara eksplisit dibatasi hingga posisi aktual peminjam — artinya penalti secara matematis tidak bisa melebihi jumlah yang dapat ditanggung oleh jaminan milik peminjam tersebut, apa pun bagaimana rumusnya berjalan.

‎Perlu dicatat: dokumen menjelaskan pembagian dan batasnya dengan jelas, tetapi tidak menyatakan untuk apa cadangan itu digunakan setelah terkumpul, atau dalam kondisi apa cadangan tersebut ditarik.

‎Langkah berikutnya yang ingin saya cek: seberapa besar cadangan itu sebenarnya telah bertambah dibandingkan total volume likuidasi sejauh ini.

#termmax @TermMax $BTW
$RICE
$GPS