Tadi malam habis makan, seorang teman yang sama sekali belum pernah menyentuh DeFi bertanya padaku: "TermMax itu FT yang mana ya? Sebenarnya itu apa? Aku lihat kamu tiap hari posting." Awalnya aku mau mulai dari zero-coupon bond, kurva diskonto, sampai mekanisme pinjam-meminjam GT dua arah, tapi begitu sampai di mulut lagi-lagi aku telan—soalnya dia bahkan belum tahu Aave itu apa. Kalau aku jelasin hal-hal itu, dia cuma bakal mengangguk lalu balik lagi buat nge-scroll TikTok.

Aku ganti cara ngomong: "Anggap saja seperti deposito berjangka. Kamu taruh 100 rupiah, dikunci 90 hari, pas jatuh tempo dapat 102 rupiah—selisih 2 rupiah itu bunganya. FT TermMax itu sertifikat deposito berjangka tersebut. Kamu pagi ini beli sertifikat bernilai 100 seharga 98,01; 90 hari kemudian ditukar kembali jadi 100. Selisih di tengah itu imbal hasilmu yang tetap."

Dia bengong dua detik: "Kalau begitu kenapa nggak langsung ditulis 'deposit 100 dapat 102'? Ngapain bikin yang '98,01 beli 100' itu—ribet banget, kan?"

Aku bilang, itu namanya "penerbitan dengan diskonto". Deposito bank itu sampai jatuh tempo dibayar lebih, sedangkan FT sekarang kamu dibayar lebih sedikit—lalu saat jatuh tempo ditebus sesuai nilai nominal. Intinya sama, cuma cara pembukuannya yang berbeda. Dia mengangguk, lalu tanya lagi: "Kalau bunganya berubah nggak?"

"Nggak. Begitu kamu beli, 8,1% APY-nya sudah 'dipaku' sampai akhir. Nggak seperti reksa dana/produk setara yang bisa berubah tiap hari. FT saat jatuh tempo nilainya tetap 100; urusan pasar mau 'lompat-lompat' bagaimana pun nggak ada urusannya buat kamu."

Matanya jadi berbinar: "Jadi itu deposito bank, cuma diganti nama jadi versi on-chain?"

Aku bilang, benar setengah. Sisanya setengahnya begini: deposito berjangka bank itu berdasar pada kredit bank. FT itu berdasar pada smart contract + jaminan milik peminjam. Bank bisa bangkrut (ada asuransi dalam batas 500 ribu), sementara kontrak bisa kena hack (walaupun TermMax punya audit). Jadi "deposito berjangka" itu cuma pintu masuk untuk memahami, bukan penyetaraan risiko.

Dia tanya lagi XT itu apa, dan aku bilang: "Itu seperti 'tagihan waktu' si peminjam—bunga dibayar setiap hari secara bertahap (dengan peluruhan), dan harga XT adalah penawaran real-time untuk tagihan tersebut." Dia mengibaskan tangan: "Yang itu nanti dulu. Yang penting aku paham dulu FT."

Pagi ini aku memposting potongan percakapan ini, karena banyak laporan riset menjelaskan hal yang simpel jadi terlihat rumit. Inti FT adalah sertifikat deposito berjangka on-chain. Dengan menyebutnya cukup empat kata: "deposito bank", orang awam bisa langsung masuk. Sisa 90% mekanismenya disiapkan untuk pengguna yang lebih advanced, bukan jadi syarat awal.

Di sekitarmu ada teman yang belum pernah menyentuh DeFi? Coba lain kali buka dengan "deposito berjangka". Biasanya itu lebih ampuh daripada ngajarin whitepaper.
@TermMax #TermMax