Pinjam USDT dengan jaminan BTC? Saat bunganya 4%, menurutmu itu masuk akal. Tapi ketika naik ke 11%, kamu akan tahu seperti apa rasanya sakit.
Di awal tahun, saya menggadaikan WBTC di Aave, lalu meminjam USDC untuk modal kerja. Waktu itu floating rate-nya 3,8%—saya merasa tidak apa-apa. Tiga bulan kemudian tagihan keluar, dan ternyata ada beberapa hari bunganya melonjak sampai lebih dari 9%—bunga di hari-hari itu langsung menggerus sebagian keuntungan saya.
Setelah merasakannya, saya mulai mencari opsi pengganti.
Saat membaca TermMax, saya melihat ada pembaruan: mereka meluncurkan pasar pinjaman fixed-rate pertama yang mendukung tokenisasi saham untuk dijadikan jaminan—token saham AS seperti Apple dan Tesla bisa dipakai untuk meng-pledge.
Apa hubungannya dengan saya? Saya tidak punya saham AS.
Tapi yang saya pikirkan adalah hal lain: kalau kamu memegang BTC dan ETH, saat melakukan pinjaman berbasis jaminan, yang paling kamu takutkan apa? Lonjakan suku bunga. Logika TermMax adalah—begitu kamu masuk, biaya pinjaman untuk seluruh periode terkunci. Saat kamu menjual XT (token imbal hasil), saat itu juga jumlah bunga yang perlu kamu bayar di masa depan sudah ditentukan, dan bagaimana pun pasar berfluktuasi, tidak akan memengaruhi kamu.
Apa taruhannya? Kamu melepaskan peluang untuk membayar lebih sedikit saat suku bunga turun.
Kalau floating rate turun dari 4% ke 2%, mengunci 4% berarti rugi. Tapi kalau naik dari 4% ke 15%, mengunci 4% berarti untung. Dalam beberapa bulan terakhir, suku bunga USDC Aave ada 37 hari yang tembus di atas 8%—kamu mau pasang taruhan ke yang mana?
Sekarang TermMax juga menawarkan pilihan lain: gunakan tokenisasi saham sebagai jaminan untuk pinjaman fixed-rate. Ini berarti pemegang token saham AS tidak perlu menjual sahamnya untuk mendapatkan dana yang stabil—bagi pemegang aset RWA, ini adalah jalur likuiditas baru.
Kamu tipe yang mau membayar lebih demi “kepastian”, atau tipe yang bertaruh suku bunga akan turun? Ngobrol di kolom komentar. @TermMax #termmax
Di awal tahun, saya menggadaikan WBTC di Aave, lalu meminjam USDC untuk modal kerja. Waktu itu floating rate-nya 3,8%—saya merasa tidak apa-apa. Tiga bulan kemudian tagihan keluar, dan ternyata ada beberapa hari bunganya melonjak sampai lebih dari 9%—bunga di hari-hari itu langsung menggerus sebagian keuntungan saya.
Setelah merasakannya, saya mulai mencari opsi pengganti.
Saat membaca TermMax, saya melihat ada pembaruan: mereka meluncurkan pasar pinjaman fixed-rate pertama yang mendukung tokenisasi saham untuk dijadikan jaminan—token saham AS seperti Apple dan Tesla bisa dipakai untuk meng-pledge.
Apa hubungannya dengan saya? Saya tidak punya saham AS.
Tapi yang saya pikirkan adalah hal lain: kalau kamu memegang BTC dan ETH, saat melakukan pinjaman berbasis jaminan, yang paling kamu takutkan apa? Lonjakan suku bunga. Logika TermMax adalah—begitu kamu masuk, biaya pinjaman untuk seluruh periode terkunci. Saat kamu menjual XT (token imbal hasil), saat itu juga jumlah bunga yang perlu kamu bayar di masa depan sudah ditentukan, dan bagaimana pun pasar berfluktuasi, tidak akan memengaruhi kamu.
Apa taruhannya? Kamu melepaskan peluang untuk membayar lebih sedikit saat suku bunga turun.
Kalau floating rate turun dari 4% ke 2%, mengunci 4% berarti rugi. Tapi kalau naik dari 4% ke 15%, mengunci 4% berarti untung. Dalam beberapa bulan terakhir, suku bunga USDC Aave ada 37 hari yang tembus di atas 8%—kamu mau pasang taruhan ke yang mana?
Sekarang TermMax juga menawarkan pilihan lain: gunakan tokenisasi saham sebagai jaminan untuk pinjaman fixed-rate. Ini berarti pemegang token saham AS tidak perlu menjual sahamnya untuk mendapatkan dana yang stabil—bagi pemegang aset RWA, ini adalah jalur likuiditas baru.
Kamu tipe yang mau membayar lebih demi “kepastian”, atau tipe yang bertaruh suku bunga akan turun? Ngobrol di kolom komentar. @TermMax #termmax