牛牛 awalnya hari ini berniat menulis tentang operasi leverage loop, tetapi setelah membuka halaman DOCS milik @TermMax , dan membaca dengan saksama GT, FT, XT, saya menyadari pemahaman sebelumnya masih terlalu dangkal.

Pertama, mari bahas titik yang paling lama membuat saya bimbang: mengapa FT perlu dipecah menjadi principal part dan interest part? Setelah dipikirkan, barulah saya paham. Setelah dipecah, peminjam bisa menjual interest part secara terpisah untuk ditukar kembali menjadi XT, lalu menggunakan XT untuk menebus debt token. Langkah ini mengubah bunga yang akan dibayarkan di masa depan menjadi aset yang bisa diperdagangkan saat ini. Jadi, biaya di setiap lapisan bukan dihitung sebagai APR, melainkan harga saat order Range benar-benar terpenuhi; biaya ditentukan oleh kedalaman pasar (market depth).

Soal jumlah lapisan leverage, pada dasarnya bergantung pada suku bunga apa yang kamu dapatkan di tiap lapisan. Itu ditentukan oleh sampai bagian mana interest part “menabrak” rentang pada Range Order. Jika likuiditas bagus, suku bunga relatif halus; jika tidak, dua lapisan saja bisa membuat biaya terdorong naik. Ini berbeda dengan Aave loop: di Aave, suku bunga tiap lapisan cenderung mirip. Sementara di TermMax, suku bunga tiap lapisan bisa sangat berbeda. Semakin banyak lapisan, semakin mirip dengan bertaruh pada kedalaman pasar di tiap segmen tenor.

Mekanisme likuidasi juga membuat saya tidak nyaman. Di Aave, likuidasi dilakukan bertahap sehingga masih bisa melakukan penambahan posisi (replenish/cover). Di TermMax, Physical Delivery secara langsung memindahkan aset jaminan. Jika melakukan loop tiga lapis, dan pada lapisan terbawah terjadi kegagalan likuidasi untuk salah satu GT, maka jaminan berpotensi diambil secara keseluruhan. Persyaratan yang kaku ini menuntut ketepatan luar biasa dalam menilai tanggal jatuh tempo dan rentang harga; tidak cukup hanya memasang stop-loss.

Ada juga satu hal yang mudah diabaikan: risiko refinancing untuk tenor tetap. Di Aave loop, kamu bisa terus menggulung (roll). Tetapi di TermMax, setiap kali tenor jatuh tempo, kamu harus membongkar dan membangun ulang—lingkungan suku bunga yang baru bisa saja sama sekali berbeda. Jika pasar tiba-tiba mengencang (tighten), biaya perpanjangan (rollover/extension) bisa menggerus keuntungan yang didapat sebelumnya. Biaya yang dikunci oleh fixed rate memang mengunci biaya dalam periode tersebut, tetapi tidak mengunci biaya lintas periode (cross-tenor). Ini yang awalnya belum saya pikirkan.

Sekarang kalau melihat kembali, leverage yield TermMax lebih mirip disiapkan untuk mereka yang mau dan mampu mengelola secara presisi risiko tanggal jatuh tempo dan suku bunga di setiap lapisan. Orang biasa hanya melihat “fixed rate lebih cocok untuk loop”, tetapi kekakuan yang dibawa oleh tenor tetap—mungkin justru lebih berbahaya daripada floating rate.

#TermMax

Di atas hanya catatan penelitian pribadi, bukan merupakan nasihat investasi. DeFi memiliki risiko