Presiden dan CEO American Bankers Association, Rob Nichols, mengatakan bahwa tujuan sebenarnya adalah memperkuat, bukan menghentikan, Undang-Undang CLARITY. Menurut ChainCatcher, ia menyatakan industri aset digital membutuhkan kerangka regulasi yang jelas, tetapi ketentuan utama mengenai imbalan stablecoin harus diperketat lagi.

Nichols mengatakan bahwa Undang-Undang GENIUS 2025 sudah melarang penerbit stablecoin membayar bunga atau imbal hasil kepada pemegangnya, sementara perselisihan saat ini berpusat pada apakah platform perdagangan kripto dan pihak terkait lainnya dapat menawarkan imbalan yang mirip bunga. Ia mengatakan mekanisme seperti itu dapat menarik simpanan bank dan melemahkan pendanaan untuk pinjaman usaha kecil, hipotek, serta pembiayaan pertanian.

American Bankers Association ingin rancangan undang-undang direvisi untuk melarang imbalan stablecoin yang substansinya mirip dengan pembayaran bunga serta menghapus frasa yang dapat menimbulkan ambiguitas. Nichols mengatakan perubahan itu tidak akan menghentikan perusahaan kripto menawarkan program imbalan lainnya, tetapi akan mencegah imbalan menjadi bunga deposito secara de facto.

Ia juga mengatakan bahwa asosiasi tersebut mendesak senator untuk mengubah ketentuan itu sebelum pemungutan suara pada bulan September, serta berargumen bahwa AS bisa menjadi pusat perbankan global dan pusat kripto global jika menetapkan aturan yang jelas dan konsisten.