China dan Uni Eropa ternyata terlibat perselisihan gara-gara JD.com.
Di balik itu, alasannya adalah pada bulan April tahun ini, JD.com berencana mengakuisisi raksasa ritel elektronik Jerman, Ceconomy. Namun, Uni Eropa memutuskan untuk meluncurkan penyelidikan terhadap akuisisi tersebut, dengan alasan menduga JD.com selama ini memperoleh subsidi dari China sehingga bisa menawarkan harga setinggi itu untuk membeli perusahaan Jerman, sehingga memengaruhi aspek keadilan.
Namun kemudian, Uni Eropa mulai meminta sejumlah besar dokumen dari JD.com terkait entitas-entyitas terkait di dalam wilayah China, yang mencakup berbagai informasi sensitif.
Pada akhirnya, Kementerian Kehakiman China dan Kementerian Perdagangan, serta departemen lain, memutuskan untuk ikut turun tangan dalam penyelidikan. Mereka menilai langkah Uni Eropa ini terlalu berlebihan. Baru saja, Uni Eropa langsung mengeluarkan pernyataan yang meminta agar organisasi maupun individu mana pun tidak boleh melaksanakan atau membantu permintaan Uni Eropa tersebut.
Dengan demikian, kasus akuisisi ini meningkat menjadi peristiwa diplomatik dan politik.
Di balik itu, alasannya adalah pada bulan April tahun ini, JD.com berencana mengakuisisi raksasa ritel elektronik Jerman, Ceconomy. Namun, Uni Eropa memutuskan untuk meluncurkan penyelidikan terhadap akuisisi tersebut, dengan alasan menduga JD.com selama ini memperoleh subsidi dari China sehingga bisa menawarkan harga setinggi itu untuk membeli perusahaan Jerman, sehingga memengaruhi aspek keadilan.
Namun kemudian, Uni Eropa mulai meminta sejumlah besar dokumen dari JD.com terkait entitas-entyitas terkait di dalam wilayah China, yang mencakup berbagai informasi sensitif.
Pada akhirnya, Kementerian Kehakiman China dan Kementerian Perdagangan, serta departemen lain, memutuskan untuk ikut turun tangan dalam penyelidikan. Mereka menilai langkah Uni Eropa ini terlalu berlebihan. Baru saja, Uni Eropa langsung mengeluarkan pernyataan yang meminta agar organisasi maupun individu mana pun tidak boleh melaksanakan atau membantu permintaan Uni Eropa tersebut.
Dengan demikian, kasus akuisisi ini meningkat menjadi peristiwa diplomatik dan politik.
