Dua tulisan sebelumnya membahas apa itu TermMax? Apakah layak ikut event ini?

Hari ini kita bahas lagi kondisi terkini #TermMax

1. Pengguna yang “ngebut” cukup banyak, dan ada potensi tekanan jual dari airdrop sebesar 3–5%. TGE sempat ditunda dua kali, jadi airdrop berisiko menyusut.

2. Penilaian (valuasi) pra-perdagangan saat ini cenderung tinggi. Dibandingkan dengan Aave, pendapatan dan valuasinya tidak sejalan.

3. Timnya serius menggarap bisnis. Proyek pinjaman sulit menembus fase lonjakan besar (parabolic). Ekspektasinya, di awal kemungkinan akan cenderung “lesu” dulu; baru ketika katalis/poin positif benar-benar terealisasi, harganya baru berpotensi naik.

Tentu, jika kamu bermain fixed income, jangan cuma fokus pada yield/tingkat bunga—waktu adalah variabel inti.

APR tetap, tetapi menjelang jatuh tempo, harga FT, XT, serta rasio penukarannya juga akan berubah.
AMM tradisional sering mengabaikan sisa tenor (jangka waktu yang tersisa).

TermMax memasukkan proporsi waktu θ ke dalam model penetapan harga, sehingga kurva harga dan likuiditas bisa menyesuaikan secara dinamis.
Berbeda dari sekadar menyalin mekanisme lending tradisional, TermMax berhasil mengatasi tantangan adaptasi AMM terhadap aset yang berubah seiring waktu.
@TermMax