Beberapa hari ini saat melakukan rebalance, saya juga memasukkan sebagian posisi ke TermMax untuk uji coba. Sejujurnya, saat biasanya saya melakukan staking likuiditas di chain atau menjalankan strategi capture spread, hal yang paling saya takutkan adalah ketika pasar tiba-tiba disuntik jarum di tengah malam: suku bunga pinjaman floating pool seperti Aave bisa langsung melonjak sampai tiga atau empat puluh, dan keesokan paginya saat bangun, dana yang ada di pool langsung “mengirim” bunga ke likuiditas. Kali ini sengaja memilih pasar stablecoin dengan jatuh tempo akhir bulan, tujuannya agar biaya pinjaman terkunci—ingin tahu tepatnya seberapa banyak kekhawatiran bisa dihemat.
Dari praktiknya, pengalaman itu memang sangat terasa: saat melakukan order, biaya pinjaman langsung ditetapkan. Setelah itu, apa pun yang terjadi dengan pool di luar sana—naik turun, semua dampak selisihnya terlihat jelas di perhitungan. Ini seperti mencabut “ranjau” “lonjakan suku bunga” secara langsung bagi orang yang menggunakan LST/LRT untuk leverage putar (loop) atau melakukan arbitrase basis (basis trading). Dulu saat memakai Pendle, lebih banyak bertaruh pada implied volatility dari Yield, tapi di sini rasanya lebih seperti melakukan pinjaman obligasi korporasi yang benar-benar punya jangka waktu pasti; model arus kas strateginya tidak perlu terus-menerus dihitung ulang.
Namun, kalau sudah benar-benar bermain dengan uang sungguhan, ada beberapa lubang yang tetap harus ditekankan.
Salah satunya adalah masalah mismatch likuiditas jangka waktu. Saya meminjam aset, lalu mendapatkan FT dengan niat menikmati keuntungan dari diskon saat jatuh tempo. Tapi bila di tengah jalan tiba-tiba muncul peluang besar sehingga Anda ingin “keluar lebih cepat”, lalu langsung membanting ke order book untuk mencairkan—Anda akan mendapati bahwa ketika kedalamannya tidak cukup, pembeli justru membuat Anda terpaksa menerima diskon yang berat. Anda mengira annualized yang stabil, padahal baru mau keluar lebih dulu, satu kali slippage bisa menggerus sebagian besar keuntungan.
Jadi, jangan pernah memegang ini dengan uang darurat yang sewaktu-waktu ingin dipakai. Beli, lalu serahkan—tetap patuh sampai jatuh tempo, itu sikap yang benar.
Yang lain, lebih dalam lagi, adalah pemahaman tentang permainan antara underlying oracle dan risiko liquidation serta antrean penebusan. Fixed rate memang menyelesaikan kepastian pada sisi bunga, tetapi tidak menyelesaikan likuidasi pasif dari posisi jaminan GT Anda. Jika terjadi penurunan ekstrem dan di order book sekunder muncul “kekosongan likuiditas”, saat pelaku likuidasi tidak bisa dengan cepat menyeimbangkan posisi di chain, biaya penalti dan selisih harga bisa jauh lebih brutal daripada floating pool. Instrumen ini memang mengubah ketidakpastian bunga menjadi biaya yang pasti, tetapi ia menggeser tuntutan terhadap pemain: dari “menatap suku bunga” langsung menjadi “menatap jangka waktu dan manajemen kedalaman”.
Saat melakukan fixed income di chain atau menambah leverage, hal mana yang paling orang perhatikan sekarang? #termmax @TermMax
Dari praktiknya, pengalaman itu memang sangat terasa: saat melakukan order, biaya pinjaman langsung ditetapkan. Setelah itu, apa pun yang terjadi dengan pool di luar sana—naik turun, semua dampak selisihnya terlihat jelas di perhitungan. Ini seperti mencabut “ranjau” “lonjakan suku bunga” secara langsung bagi orang yang menggunakan LST/LRT untuk leverage putar (loop) atau melakukan arbitrase basis (basis trading). Dulu saat memakai Pendle, lebih banyak bertaruh pada implied volatility dari Yield, tapi di sini rasanya lebih seperti melakukan pinjaman obligasi korporasi yang benar-benar punya jangka waktu pasti; model arus kas strateginya tidak perlu terus-menerus dihitung ulang.
Namun, kalau sudah benar-benar bermain dengan uang sungguhan, ada beberapa lubang yang tetap harus ditekankan.
Salah satunya adalah masalah mismatch likuiditas jangka waktu. Saya meminjam aset, lalu mendapatkan FT dengan niat menikmati keuntungan dari diskon saat jatuh tempo. Tapi bila di tengah jalan tiba-tiba muncul peluang besar sehingga Anda ingin “keluar lebih cepat”, lalu langsung membanting ke order book untuk mencairkan—Anda akan mendapati bahwa ketika kedalamannya tidak cukup, pembeli justru membuat Anda terpaksa menerima diskon yang berat. Anda mengira annualized yang stabil, padahal baru mau keluar lebih dulu, satu kali slippage bisa menggerus sebagian besar keuntungan.
Jadi, jangan pernah memegang ini dengan uang darurat yang sewaktu-waktu ingin dipakai. Beli, lalu serahkan—tetap patuh sampai jatuh tempo, itu sikap yang benar.
Yang lain, lebih dalam lagi, adalah pemahaman tentang permainan antara underlying oracle dan risiko liquidation serta antrean penebusan. Fixed rate memang menyelesaikan kepastian pada sisi bunga, tetapi tidak menyelesaikan likuidasi pasif dari posisi jaminan GT Anda. Jika terjadi penurunan ekstrem dan di order book sekunder muncul “kekosongan likuiditas”, saat pelaku likuidasi tidak bisa dengan cepat menyeimbangkan posisi di chain, biaya penalti dan selisih harga bisa jauh lebih brutal daripada floating pool. Instrumen ini memang mengubah ketidakpastian bunga menjadi biaya yang pasti, tetapi ia menggeser tuntutan terhadap pemain: dari “menatap suku bunga” langsung menjadi “menatap jangka waktu dan manajemen kedalaman”.
Saat melakukan fixed income di chain atau menambah leverage, hal mana yang paling orang perhatikan sekarang? #termmax @TermMax
必须把借款利息锁死,拒绝浮动利率半夜偷家
50%
随时能全额无滑点撤出的极致流动性
50%
拿来做 LST/LRT 循环贷,追求资金利用率最大化
0%
只持有到期吃固定收益,中途不折腾
0%
4 Voting • Voting ditutup