#termmax @TermMax 8 pada 25 Mei, TermMax akhirnya akan resmi diluncurkan. Bagi kawan-kawan yang sebelumnya ikut mengerjakan tugas, ingat untuk mengatur alarm.

Jujur saja, dulu saya tidak terlalu yakin dengan urusan pinjaman fixed rate (suku bunga tetap) ini. Orang-orang senior di lingkaran sudah tahu: kita semua sudah terbiasa dengan skema floating rate (suku bunga mengambang), paling-paling kadang pakai hedging lewat kontrak forward. Siapa yang benar-benar mau mengunci uangnya dalam satu tingkat bunga tetap? Jadi ketika @TermMax mulai muncul, saya sempat berjudi dengan teman, bilang proyek ini dalam enam bulan pasti beralih jadi floating. Ternyata pipi saya kena tampar—agak sakit.

Belakangan ini saya cek data, dan langsung bikin saya terpaku: alamat daily active (DAU) stabil di kisaran 4000. Di peringkat Token Terminal, bahkan posisinya mengungguli Morpho. Pada bulan Maret, mereka langsung menembus ke posisi kedua, tepat di belakang Aave. Roadmap resmi menyebutkan bahwa pada bulan Mei TVL tembus 100 juta (sekitar 1 miliar). Tapi begitu saya lihat sekilas di DeFiLlama, nilai real-time-nya malah sekitar 32 juta. Angka itu tidak nyambung, jadi agak membuat saya ragu. Namun basis pengguna dan popularitasnya terlihat nyata—ya mau tak mau harus mengakui.

Pada dasarnya, ini adalah lending AMM. Konsepnya membawa model Uniswap V3, lalu dimodifikasi: satu utang dipotong jadi tiga bagian. FT seperti obligasi zero-coupon: dibeli dengan diskon, jatuh tempo ditebus sesuai nilai nominal, dan bunganya sejak awal sampai akhir sudah “dikunci”. XT adalah komponen “penutup selisih”: 1 FT ditambah 1 XT selalu menghasilkan 1 token utang (debt token); saat jatuh tempo, XT bernilai nol. GT lebih “ekstrim”: dibuat langsung menjadi NFT, jadi aset jaminan dan utang digabung sekalian agar bisa melakukan one-click leverage.

Peminjam menaruh aset jaminan, menerbitkan FT untuk dijual agar mendapat dana. Pemberi pinjaman membeli FT untuk mendapatkan bunga tetap—tingkat bunga sepenuhnya ditentukan oleh order dalam rentang tertentu yang dicocokkan oleh pasar.

Untuk mekanisme likuidasi juga cukup langsung: jika LTV melampaui batas atau pembayaran tidak dilakukan saat jatuh tempo, ada jendela waktu dua jam. Likuidator mendapat insentif 5%, sementara peminjam dikenai penalti 10% lagi. Kalau tidak ada yang mengelola, dilakukan delivery secara fisik: aset jaminan langsung dialihkan ke pihak pemberi pinjaman.

Yang paling tidak saya duga adalah: ternyata mendukung tokenized stock dari Ondo sebagai aset jaminan. Dulu saya punya posisi NVDA dan ingin menambah leverage, tapi Aave maupun Morpho tidak mengakuinya—saya cuma bisa bengong. Sekarang saya bisa langsung menyimpannya untuk meminjam dan memakai likuiditasnya. Rantai kepercayaannya memang sedikit lebih panjang daripada aset murni on-chain, tapi setidaknya jalurnya sudah terbuka.

Sekarang tinggal menunggu setelah TGE: lihat apakah ketiga koin—FT, XT, dan GT—bisa sekaligus membangun kedalaman (liquidity depth). Kalau benar bisa terjad i perdagangan dengan lancar, mungkin jalur fixed-rate ini memang berpeluang menghasilkan “contoh” baru.