#termmax @TermMax Untuk menulis TermMax ini, beberapa hari ini saya bolak-balik mencari referensi, tapi ternyata banyak alat AI yang biasa dipakai malah diblokir. Saya benar-benar kesal.😡

Dalam beberapa hari terakhir meneliti TermMax, saya merasa banyak orang mungkin salah fokus.

Semua orang membahas fixed rate, TGE, dan airdrop-nya, tapi saya justru lebih memperhatikan satu masalah lain:

Apakah bottleneck terbesar DeFi di masa depan bukanlah imbal hasil, melainkan likuiditas?

Sejak BTC masuk ke on-chain, lalu perkembangan staking ETH, LST, dan RWA—aset di rantai semakin banyak.

Namun masalahnya juga makin jelas:

Dana terpecah ke berbagai chain, protokol yang berbeda, dan berbagai pool.

Aset yang sama bisa menghasilkan imbal hasil di protokol A, dipakai untuk pinjam-meminjam di protokol B, dan digunakan untuk trading di protokol C.

Bagi pengguna, pilihan jadi makin banyak; untuk protokol, likuiditas justru makin terfragmentasi.

Bagian yang paling ingin saya soroti dari TermMax adalah pendekatannya terhadap likuiditas di versi V2.

Ini bukan sekadar menyediakan lending pool, melainkan mencoba memanfaatkan mekanisme order dan pasar agar satu sumber likuiditas yang sama dapat melayani lebih banyak skenario.

Sederhananya: mengurangi dana yang menganggur, sehingga efisiensi penggunaan dana on-chain menjadi lebih tinggi.

Ini sebenarnya juga persoalan yang sampai sekarang DeFi belum benar-benar selesaikan.

Beberapa tahun terakhir, kita menyelesaikan tantangan “apakah aset bisa masuk ke chain”.

Tahap berikutnya mungkin perlu menjawab:

bagaimana aset on-chain bisa memiliki likuiditas yang lebih efisien?

Tentu, TermMax saat ini masih tahap awal.

Apakah pasar imbal hasil tetap punya permintaan yang cukup, apakah kedalaman trading bisa terbentuk, dan apakah jumlah pengguna bisa terus bertumbuh—semuanya masih perlu diverifikasi nanti.

Tapi dari arah trail-nya, menurut saya ini layak untuk diperhatikan.

Karena ketika aset inti seperti BTC dan ETH makin banyak masuk ke on-chain, kebutuhan ke depannya bukan hanya lebih banyak protokol, melainkan cara perputaran dana yang lebih efisien.

Mungkin titik kompetisi DeFi berikutnya bukanlah siapa yang menawarkan yield paling tinggi, melainkan siapa yang bisa membuat efisiensi penggunaan dana paling tinggi.