Menurut Axios, serangan kampanye Sen. Jon Ossoff terhadap Presiden Trump telah mengintensifkan perdebatan di dalam Partai Demokrat tentang apakah kandidat 2028 seharusnya meniru gaya personal Trump atau menyampaikan pesan yang lebih tertahan. Pada sebuah rapat umum hari Minggu, Ossoff mengatakan Trump ingin membangun ballroom-nya dan bepergian dengan stafnya, Natalie Harp, di "istana terbang tak berdaya" yang diberikan oleh emir Qatar—komentar yang secara luas dibaca sebagai sindiran personal. Trump dan para asistennya membalas dengan caci-maki, sementara Ossoff mengulang serangan itu pada Selasa dengan menyebut Trump sebagai "penjahat penghindar wajib militer." Kejadian ini menyoroti perpecahan di kalangan Demokrat seperti Gubernur California Gavin Newsom dan Ossoff, yang condong pada serangan-serangan agresif terhadap Trump, serta gubernur seperti Josh Shapiro dari Pennsylvania dan Andy Beshear dari Kentucky, yang menekankan gaya yang lebih tertahan dan berfokus pada tata kelola pemerintahan.