#termmax masih menganggap TermMax dan Pendle sebagai kompetitor? Saya dulu juga melihatnya begitu. Setelah saya menelusuri laporan perbandingan tiga protokol StateMind, saya baru sadar bahwa meskipun keduanya sama-sama memberi Anda “fixed income”, mereka menempuh dua jalur evolusi finansial yang benar-benar berbeda.
Pendle adalah “sekuritisasi pendapatan”. Ia memecah aset pendapatan yang sudah ada (seperti stETH, aUSDC—aset yang menghasilkan bunga) menjadi token pokok PT dan token pendapatan YT. Prasyaratnya: aset dasarnya sudah menghasilkan bunga. Pendle hanya membantu Anda mencairkan pendapatan masa depan lebih awal. Ini logikanya sama dengan ABS (asset-backed securities) di keuangan tradisional: rumah sudah menghasilkan sewa, lalu saya mengemas sewa itu dan menjualnya.
TermMax adalah “penciptaan kredit”. USDC sendiri tidak menghasilkan bunga. TermMax, melalui struktur FT/XT dan penawaran kurator, membangun pasar pinjaman dari nol. Pemberi pinjaman bersedia meminjamkan dengan bunga 5%, sedangkan peminjam bersedia meminjam dengan bunga 6%—bunga tersebut “diciptakan” dalam proses pencocokan. Ini sama seperti yang dilakukan bank ratusan tahun lalu: mengubah simpanan deposan menjadi pinjaman bagi peminjam, menciptakan kredit seolah-olah tanpa dasar.
Menurut saya, memahami perbedaan ini sangat penting. Karena itu menentukan siapa yang bisa menikmati kue yang lebih besar.
Di keuangan tradisional, ukuran pasar obligasi mencapai 100 triliun dolar, dan derivatif suku bunga 600 triliun dolar. Tapi urutannya: penerbitan obligasi terjadi dulu, baru muncul kebutuhan derivatif suku bunga. Tanpa kredit, tidak ada suku bunga; tanpa suku bunga, derivatif hanyalah bangunan di atas angin. Titik awal Pendle adalah “aset pendapatan yang sudah ada”, sehingga plafonnya dibatasi oleh berapa banyak aset pendapatan berkualitas yang tersedia di on-chain. Titik awal TermMax adalah “kebutuhan kredit yang dijodohkan”, sehingga plafonnya adalah seluruh pasar pinjaman.
Jadi keduanya bukan hubungan kompetitor, melainkan pembagian lapisan finansial (financial layering). Saya percaya ke depannya akan muncul skenario “pengguna Pendle menyimpan PT ke TermMax untuk menambah leverage”. (TermMax sudah mendukung PT sebagai jaminan.) Dengan begitu, dua protokol ini menjadi seperti batu bata LEGO yang saling melengkapi.
Jadi pandangan saya: jangan lagi melihat proyek dengan pola pikir “Pendle vs TermMax, mana yang lebih kuat”. Kesempatan sesungguhnya ada di kombinasi: gunakan Pendle untuk mengunci pendapatan dari aset dasar, lalu gunakan TermMax untuk menambah leverage dan memperbesar eksposur—kedua belah pihak sama-sama menikmati selisih suku bunga. Alfa DeFi di masa depan bukan berasal dari permainan satu titik, melainkan dari arbitrase struktural. Kalau Anda juga setuju dengan gaya main kombinasi, maka wajar saja bila $TMX juga patut ditaruh di hati Anda. Benar? DYOR!
@TermMax
$BTC
Pendle adalah “sekuritisasi pendapatan”. Ia memecah aset pendapatan yang sudah ada (seperti stETH, aUSDC—aset yang menghasilkan bunga) menjadi token pokok PT dan token pendapatan YT. Prasyaratnya: aset dasarnya sudah menghasilkan bunga. Pendle hanya membantu Anda mencairkan pendapatan masa depan lebih awal. Ini logikanya sama dengan ABS (asset-backed securities) di keuangan tradisional: rumah sudah menghasilkan sewa, lalu saya mengemas sewa itu dan menjualnya.
TermMax adalah “penciptaan kredit”. USDC sendiri tidak menghasilkan bunga. TermMax, melalui struktur FT/XT dan penawaran kurator, membangun pasar pinjaman dari nol. Pemberi pinjaman bersedia meminjamkan dengan bunga 5%, sedangkan peminjam bersedia meminjam dengan bunga 6%—bunga tersebut “diciptakan” dalam proses pencocokan. Ini sama seperti yang dilakukan bank ratusan tahun lalu: mengubah simpanan deposan menjadi pinjaman bagi peminjam, menciptakan kredit seolah-olah tanpa dasar.
Menurut saya, memahami perbedaan ini sangat penting. Karena itu menentukan siapa yang bisa menikmati kue yang lebih besar.
Di keuangan tradisional, ukuran pasar obligasi mencapai 100 triliun dolar, dan derivatif suku bunga 600 triliun dolar. Tapi urutannya: penerbitan obligasi terjadi dulu, baru muncul kebutuhan derivatif suku bunga. Tanpa kredit, tidak ada suku bunga; tanpa suku bunga, derivatif hanyalah bangunan di atas angin. Titik awal Pendle adalah “aset pendapatan yang sudah ada”, sehingga plafonnya dibatasi oleh berapa banyak aset pendapatan berkualitas yang tersedia di on-chain. Titik awal TermMax adalah “kebutuhan kredit yang dijodohkan”, sehingga plafonnya adalah seluruh pasar pinjaman.
Jadi keduanya bukan hubungan kompetitor, melainkan pembagian lapisan finansial (financial layering). Saya percaya ke depannya akan muncul skenario “pengguna Pendle menyimpan PT ke TermMax untuk menambah leverage”. (TermMax sudah mendukung PT sebagai jaminan.) Dengan begitu, dua protokol ini menjadi seperti batu bata LEGO yang saling melengkapi.
Jadi pandangan saya: jangan lagi melihat proyek dengan pola pikir “Pendle vs TermMax, mana yang lebih kuat”. Kesempatan sesungguhnya ada di kombinasi: gunakan Pendle untuk mengunci pendapatan dari aset dasar, lalu gunakan TermMax untuk menambah leverage dan memperbesar eksposur—kedua belah pihak sama-sama menikmati selisih suku bunga. Alfa DeFi di masa depan bukan berasal dari permainan satu titik, melainkan dari arbitrase struktural. Kalau Anda juga setuju dengan gaya main kombinasi, maka wajar saja bila $TMX juga patut ditaruh di hati Anda. Benar? DYOR!
@TermMax
$BTC