Saya awalnya mengira TermMax hanya menambahkan tombol suku bunga tetap ke liquidity pool, tapi setelah membaca Range Order, saya sadar bahwa suku bunga bukanlah angka tunggal yang ditulis kaku oleh pihak proyek.

Market maker atau Curator dapat membagi dana menjadi beberapa interval, lalu menetapkan batas APR dan kapasitas untuk setiap segmen; seiring pesanan terisi, suku bunga berubah mengikuti kurva.

Di pasar yang sama, pinjam-bayar, pinjam-terima, atau bahkan order dua arah bisa berjalan berdampingan. Ini seperti harga grosir bertingkat, hanya saja “barang”-nya berubah menjadi “hak penggunaan dana dalam rentang waktu tertentu”.

Bisa disederhanakan menjadi APR = f(q, t): q adalah jumlah yang sudah terisi, t adalah sisa jangka waktu; tiap interval menggunakan parameter kurva yang berbeda. Teoretis selisih suku bunga pada market making dua arah adalah Δr = APR pinjam − APR pinjam-terima, tetapi itu bukan laba bersih—masih perlu memperhitungkan dana menganggur, biaya, fluktuasi harga, dan risiko piutang macet. Semakin dekat order dengan segmen berikutnya, suku bunga marjinal juga bisa ikut berubah.

Menurut saya, desain seperti ini lebih cocok untuk pasar dengan jangka waktu tetap dibanding liquidity pool tunggal, karena baik jangka waktu maupun kedalaman bisa masuk ke harga. Namun penetapan harga yang fleksibel juga memindahkan tanggung jawab ke Curator: jika kurva salah, pencocokan jangka waktu tidak pas, atau dana terlalu tipis, maka penawaran bisa jadi tidak akurat.

Untuk menilai apakah TermMax benar-benar berguna, saya lebih ingin melihat kedalaman transaksi yang nyata, slippage, dan selisih suku bunga dua arah, bukan sekadar mengejar APR tertinggi.
#termmax @TermMax