Semakin saya membaca whitepaper @TermMax , semakin saya menemukan bahwa nilai sebenarnya dari idenya tidak hanya terletak pada pengenalan konsep suku bunga tetap, tetapi juga menjadikan suku bunga tersebut sebagai parameter dari interaksi penawaran-permintaan di pasar.
Saya pikir sangat penting untuk memahami nilai dari Range Order: alih-alih sekadar menentukan APR, Range Order membagi jumlah pinjaman dan suku bunga yang sesuai ke dalam serangkaian rentang tick, sehingga membentuk kurva harga di mana order yang diberikan bersedia untuk membeli/menjual. Pencocokan aktual posisi long dan short akan terjadi pada titik-titik yang berbeda di sepanjang kurva ini. Dengan mempelajari mekanisme inilah saya menyadari kecerdikan sejati dari penemuan tersebut: parameter suku bunga tetap sebenarnya diintegrasikan ke dalam inti mekanisme pasar.
Dalam konteks pinjaman, FT yang diterbitkan sebagian dikonversi menjadi XT dengan cara membakar jumlah FT yang sesuai dengan suku bunga saat ini: XT yang diterima bersama dengan FT yang tidak dibakar digabungkan menjadi token utang. Ini juga merupakan aspek penting, karena suku bunga tetap dibangun kembali ke dalam mekanisme pada level token, sehingga memungkinkan untuk diperdagangkan. Menurut saya, desain seperti ini membuat term structure pinjaman menjadi sangat intuitif dan transparan bagi pengguna.
Dengan melacak GT, Anda dapat melihat nilai posisi jaminan dan utang: jika posisi utang melebihi posisi aset setelah berakhirnya jendela likuiditas, Physical Delivery akan dipicu oleh redemption pool, yang mengalokasikan saham dari aset yang mendasari dan aset jaminan kepada pemegang FT sesuai dengan bagian mereka dari utang.
Menurut cara pandang saya, di sinilah kecerdikan dari konsep TermMax benar-benar menunjukkan nilainya, karena mekanisme ini sebenarnya membangun suku bunga tetap ke dalam jantung proses pencocokan order, distribusi token, dan bahkan prosedur likuidasi khusus.
#termmax @TermMax
Saya pikir sangat penting untuk memahami nilai dari Range Order: alih-alih sekadar menentukan APR, Range Order membagi jumlah pinjaman dan suku bunga yang sesuai ke dalam serangkaian rentang tick, sehingga membentuk kurva harga di mana order yang diberikan bersedia untuk membeli/menjual. Pencocokan aktual posisi long dan short akan terjadi pada titik-titik yang berbeda di sepanjang kurva ini. Dengan mempelajari mekanisme inilah saya menyadari kecerdikan sejati dari penemuan tersebut: parameter suku bunga tetap sebenarnya diintegrasikan ke dalam inti mekanisme pasar.
Dalam konteks pinjaman, FT yang diterbitkan sebagian dikonversi menjadi XT dengan cara membakar jumlah FT yang sesuai dengan suku bunga saat ini: XT yang diterima bersama dengan FT yang tidak dibakar digabungkan menjadi token utang. Ini juga merupakan aspek penting, karena suku bunga tetap dibangun kembali ke dalam mekanisme pada level token, sehingga memungkinkan untuk diperdagangkan. Menurut saya, desain seperti ini membuat term structure pinjaman menjadi sangat intuitif dan transparan bagi pengguna.
Dengan melacak GT, Anda dapat melihat nilai posisi jaminan dan utang: jika posisi utang melebihi posisi aset setelah berakhirnya jendela likuiditas, Physical Delivery akan dipicu oleh redemption pool, yang mengalokasikan saham dari aset yang mendasari dan aset jaminan kepada pemegang FT sesuai dengan bagian mereka dari utang.
Menurut cara pandang saya, di sinilah kecerdikan dari konsep TermMax benar-benar menunjukkan nilainya, karena mekanisme ini sebenarnya membangun suku bunga tetap ke dalam jantung proses pencocokan order, distribusi token, dan bahkan prosedur likuidasi khusus.
#termmax @TermMax