Saya coba dulu TermMax, hampir tidak bisa masuk.

Kesimpulannya—ambang pengalaman TermMax lebih tinggi dari yang saya bayangkan.

Sore ini saya khusus luangkan setengah jam untuk benar-benar mengikuti alurnya dari awal sampai akhir. Buka App, tampilan V2 memang bagus: tema gelap, tata letak seperti kartu, dan untuk tiap pool, tingkat bunga serta tanggal jatuh tempo tersusun jelas. Saya pikir, UI ini jauh lebih rapi dibanding dashboard berantakan yang ada di banyak proyek DeFi—akhirnya ada yang terlihat seperti produk keuangan yang serius.

Tapi setelah saya cari lama, saya tidak menemukan tombol “Simpan” di mana pun.

Halaman beranda itu daftar pasar. Setelah masuk, saya melihat order book. Lalu lanjut ke manajemen posisi. Saya ingin menaruh dana, tapi saya bolak-balik semua tab—tetap tidak ada tombol oranye yang mencolok itu. Saya ribut selama lima menit, akhirnya setelah baca postingan komunitas baru tahu: harus pindahkan dulu secara manual ke chain yang sesuai di wallet, lalu kembali dan refresh halaman—barulah “Simpan” akan muncul. Saya mengeluh tentang ini ke seorang teman yang sudah pernah pakai; katanya untungnya saya masih bisa. Pertama kali dia masuk, dia bahkan tidak tahu harus ganti chain, jadi macet setengah jam dan mengira aplikasinya rusak. @TermMax

Untuk pengguna lama itu mungkin bukan masalah, tapi waktu itu saya benar-benar sempat bengong beberapa detik. Saya sempat berpikir: desain interaksi TermMax mengasumsikan pengguna memang sudah “veteran” di dunia on-chain. Kalau pendatang baru, hanya untuk menemukan pintunya saja sudah bisa mengusir setengah calon pengguna.

Yang akhirnya membuat saya keluar adalah fee. Saya asal pilih pool USDC, APY 5,2% per tahun, kuncikan 30 hari—terlihat oke. Tapi begitu saya hitung pakai kalkulator—di mainnet Ethereum, otorisasi + simpan + konfirmasi, total tiga transaksi sebagai dasar. Saat itu Gas sekitar lebih dari 20 Gwei, dan per transaksi jadi tujuh sampai delapan dolar. Tiga transaksi berarti lebih dari dua puluh. Mau simpan lima ratus dolar? Biaya jasanya saja makan hampir 5% dari keuntungan.

Itu belum termasuk opportunity cost selama masa kunci 30 hari. Kalau pasar sempat anjlok dan saya ingin ambil untuk memborong, uangnya tidak bisa dicairkan, jadi cuma bisa bengong.

Saya duduk dan memikirkan semuanya selama sepuluh menit, sampai akhirnya saya paham satu hal: dari awal TermMax memang tidak berniat melayani retail. Optimasi gas-nya biasa saja, dan UI-nya juga tidak diarahkan untuk ramah pemula—bahkan interaksi di mobile pun terasa terlalu kompleks. Ini jelas produk yang disiapkan untuk institusi dan whale. Mereka bisa menyimpan puluhan sampai ratusan juta sekali masuk; porsi Gas bagi mereka bisa diabaikan, dan fixed income 5% bagi mereka adalah kebahagiaan yang stabil.

#termmax