@TermMax #termmax
Melihat kembali perkembangan pinjaman berbunga tetap DeFi, industri ini telah mengalami perubahan pola yang sangat jelas. Pada awalnya, sebagian besar orang sangat menaruh harapan pada mekanisme pencocokan berbasis order book. Seiring berjalannya waktu dan ekosistem berkembang, banyak proyek mulai mengadopsi solusi AMM. Ini bukan sekadar perubahan pilihan teknologi, melainkan merupakan hasil yang dipaksa oleh kebutuhan pasar yang nyata.

TermMax pada awalnya juga menggunakan jalur order book. Peminjam dan pemberi pinjaman masing-masing memasang suku bunga dan tenor yang dapat mereka terima, lalu sistem akan melakukan pencocokan. Secara teoretis, cara ini menawarkan permainan harga yang sangat lengkap—harga kesepakatan mencerminkan keinginan kedua belah pihak. Namun kelemahannya juga cukup menonjol: suku bunga tetap harus terikat pada waktu jatuh tempo, kombinasi kondisinya banyak, sehingga kedalaman pasar sangat mudah terdilusi. Ketika kondisi pasar cenderung datar, order akan menggantung dalam waktu yang lama. Terlebih lagi untuk aset dengan tenor jangka panjang, sering kali menghadapi situasi tidak ada yang menjadi pembeli. Akibatnya, pengalaman pengguna sangat berkurang.

Beralih ke AMM, ditambah dengan kurva penetapan harga yang dapat disesuaikan, bukan berarti sekadar menyalin template siap pakai ala Uniswap. Inti masalah yang diselesaikannya adalah melepaskan ketergantungan yang kuat pada pihak lawan (counterparty). Market maker dapat menetapkan kurva pendapatan sesuai ekspektasinya sendiri, seluruh dana dihimpun ke dalam pool publik, dan ketika pengguna mengirim transaksi, transaksi tersebut dapat dieksekusi secara instan. Secara esensi, ini adalah kompromi: mengorbankan sedikit “kesempurnaan” dalam penetapan harga demi memperoleh kesinambungan likuiditas, sehingga tidak lagi perlu menunggu pencocokan agar transaksi bisa terjadi.

Menurut pemahaman saya, jalur evolusi ini bukan eksklusif milik TermMax, tetapi merupakan langkah yang tak terhindarkan jika industri ingin memperluas basis pengguna. Order book cocok untuk menguji pasar dengan skala kecil di tahap awal, tetapi jika ingin pengguna biasa bisa mengambil dan memakai kapan pun, likuiditas mendalam yang dibawa AMM menjadi kuncinya. Logika pengembangannya sejalan dengan pasar spot—hanya saja pada produk berbunga tetap, persyaratannya lebih banyak, sehingga peralihan modelnya datang lebih lambat.

Jika Anda yang memilih produk berbunga tetap, Anda lebih mengutamakan ketepatan penetapan harga, atau lebih memprioritaskan likuiditas yang memastikan transaksi bisa dilakukan kapan saja?