Menurut BBC, pemerintah AS mencabut kartu hijau seorang wanita asal Iran, suaminya, dan putra remajanya setelah mengutip hubungan keluarga sang suami dengan seorang tokoh terkemuka yang terkait dengan krisis penyanderaan Iran 1979. Maryam Tahmasebi, seorang profesor psikologi dan statistik di Los Angeles, mengatakan bahwa ia dan keluarganya ditahan oleh petugas imigrasi pada bulan April dan dituduh pemerintah menghukum mereka karena garis keturunan mereka. Tahmasebi dan putranya ditahan di pusat penahanan di Dilley, Texas, sementara suaminya, Seyed Eissa Hashemi, berada di fasilitas terpisah di Pearsall, Texas.
Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya telah mencabut status keluarga tersebut, sementara juru bicara Tommy Pigott menyatakan pemerintah dapat mencabut status hukum warga negara asing yang menjadi ancaman bagi keamanan nasional AS. Pengacara Tahmasebi, Maria Kari, mengatakan keluarga itu belum didakwa berdasarkan ketentuan apa pun terkait keamanan nasional dan tidak ada badan AS yang menyajikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut. Seorang hakim federal telah secara sementara menangguhkan deportasi mereka setelah pengacara menggugat penahanan dan meminta pembebasan.
