Dua pagi, aku tidak bisa tidur. Aku membuka dokumen TermMax dan menemukan bagian tentang pemisahan GT dan FT. Ada satu detail yang membuatku berhenti sejenak dan memikirkan ulang logika penetapan harganya.
Masalah dari perjanjian pinjam-meminjam tradisional adalah suku bunga berfluktuasi secara real-time mengikuti kedalaman pool dana. Pihak pemberi pinjaman dan peminjam sebenarnya sama-sama berjudi pada kurva detik berikutnya. TermMax mengubah pendekatan ini menjadi model order book: pihak pemberi pinjaman menggantungkan kurva suku bunga, sementara pihak peminjam mengeksekusi berdasarkan kurva tersebut. Penemuan harga dilakukan langsung di on-chain, tanpa perlu menebak berdasarkan rasio penawaran-permintaan pool dana. Bunga dipecah menjadi FT dan dipaketkan untuk dijual lebih awal; sehingga biaya sepanjang tenor terkunci pada saat transaksi terjadi. Kedua pihak mendapatkan angka yang pasti, bukan kisaran perkiraan.
Mekanisme likuidasinya juga mengikuti logika yang sama—jika likuiditas jaminan tidak memadai, alih-alih menjatuhkan harga dengan market sell, dilakukan transfer fisik. Ini dapat mengurangi satu lapis risiko berantai: risiko karena likuidasi itu sendiri justru kembali menghantam harga.
Yang belum kupahami sepenuhnya adalah apakah kedalaman pada model order book cukup untuk menopang efisiensi matching dalam kondisi pasar yang ekstrem. Itu hanya bisa diverifikasi lewat uji tekanan yang nyata.
#TermMax @TermMax