Emas & Perak di Bawah Tekanan: Penjualan Saham karena AI dan Kekhawatiran Imbal Hasil Menekan Logam Mulia Turun
Logam mulia mengalami penurunan tajam pada sesi Selasa, dengan harga emas spot merosot ke $4.338,10/oz (-1,76%) dan perak spot turun ke $63,37/oz (-3,49%).
Meskipun dolar AS melemah dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di sekitar Selat Hormuz, kenaikan imbal hasil obligasi global serta aksi jual besar-besaran di saham berbasis teknologi justru membuat tekanan tetap kuat pada emas dan perak.
Pendorong Utama Perubahan Pasar
Aksi Jual Saham Teknologi & AI: Pasar saham yang lebih luas ditutup lebih rendah secara jelas, dipimpin oleh saham teknologi dan semikonduktor. Nasdaq turun 1,33%, sementara S&P 500 melemah 0,63%.
Imbal Hasil Obligasi yang “Lengket”: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di kisaran sekitar 4,71%, sedangkan imbal hasil tenor 30 tahun bertahan mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, terus membebani logam yang tidak memberikan imbal hasil.
Faktor Energi & Geopolitik: Minyak Brent bertahan di dekat $91/bbl di tengah perkembangan maritim dan geopolitik yang sedang berlangsung di Selat Hormuz. Biaya energi yang tinggi terus memicu kekhawatiran inflasi, sehingga jadwal penurunan suku bunga tetap tidak pasti.
Data Ekonomi & Pantauan The Fed: Para trader memantau dengan saksama notulen rapat The Fed yang akan datang dan pembacaan flash PMI untuk menilai apakah kebijakan moneter akan tetap berada di level lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Level Teknis yang Perlu Diwaspadai
Emas (Spot)
Resistensi: $4.448,00 | $4.518,00
Support: $4.333,00 | $4.262,00
Perak (Spot)
Resistensi: $66,78 | $68,24
Support: $63,57 | $62,20
#Gold #Silver #PreciousMetals #FinancialMarkets #Commodities
$XAU
$XAG
Logam mulia mengalami penurunan tajam pada sesi Selasa, dengan harga emas spot merosot ke $4.338,10/oz (-1,76%) dan perak spot turun ke $63,37/oz (-3,49%).
Meskipun dolar AS melemah dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di sekitar Selat Hormuz, kenaikan imbal hasil obligasi global serta aksi jual besar-besaran di saham berbasis teknologi justru membuat tekanan tetap kuat pada emas dan perak.
Pendorong Utama Perubahan Pasar
Aksi Jual Saham Teknologi & AI: Pasar saham yang lebih luas ditutup lebih rendah secara jelas, dipimpin oleh saham teknologi dan semikonduktor. Nasdaq turun 1,33%, sementara S&P 500 melemah 0,63%.
Imbal Hasil Obligasi yang “Lengket”: Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di kisaran sekitar 4,71%, sedangkan imbal hasil tenor 30 tahun bertahan mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, terus membebani logam yang tidak memberikan imbal hasil.
Faktor Energi & Geopolitik: Minyak Brent bertahan di dekat $91/bbl di tengah perkembangan maritim dan geopolitik yang sedang berlangsung di Selat Hormuz. Biaya energi yang tinggi terus memicu kekhawatiran inflasi, sehingga jadwal penurunan suku bunga tetap tidak pasti.
Data Ekonomi & Pantauan The Fed: Para trader memantau dengan saksama notulen rapat The Fed yang akan datang dan pembacaan flash PMI untuk menilai apakah kebijakan moneter akan tetap berada di level lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Level Teknis yang Perlu Diwaspadai
Emas (Spot)
Resistensi: $4.448,00 | $4.518,00
Support: $4.333,00 | $4.262,00
Perak (Spot)
Resistensi: $66,78 | $68,24
Support: $63,57 | $62,20
#Gold #Silver #PreciousMetals #FinancialMarkets #Commodities
$XAU
$XAG