$Jager Saya telah menganalisis data onchain terbaru untuk Jager Hunter, dan pergeseran pada tingkat burn mengungkap mekanisme yang secara matematis sangat menarik. Antara 15 Agustus dan 18 Agustus, dead wallet menyerap cukup banyak token untuk secara permanen menghapus sekitar 0,26 persen dari total pasokan dari peredaran hanya dalam jangka waktu tiga hari. Saya telah melampirkan tangkapan layar untuk menunjukkan angka-angka yang tepat.
Yang membuat pengurangan pasokan ini begitu luar biasa adalah volumenya. Meski volume perdagangan hari ini mencapai sekitar 85.000 dolar, beberapa hari sebelumnya berjalan dengan volume yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 20.000 hingga 30.000 dolar. Mekanisme yang mendasari terciptanya tekanan deflasi ini adalah efek snowball berantai. Dead wallet pada dasarnya berfungsi sebagai pemegang token reguler, yang artinya ia menerima sebagian dari pantulan (reflections) transaksi. Ketika wallet ini terus bertumbuh, persentase reflections yang diserapnya dari setiap transaksi beli dan jual juga meningkat, sehingga secara alami mempercepat laju burn seiring berjalannya waktu.
Ini menciptakan skenario masa depan yang sangat menarik. Jika volume antara 20.000 hingga 85.000 dolar bisa membakar lebih dari seperempat persen dari total pasokan hanya dalam tiga hari, maka implikasi matematis dari pencapaian volume harian yang konsisten sebesar satu juta dolar menjadi sangat besar.
Untuk memberikan contoh yang konkret, pada volume harian satu juta dolar, dead wallet akan mengonsumsi sekitar 0,057 persen dari total pasokan setiap hari. Artinya, hampir 1,7 persen dari seluruh pasokan akan dihancurkan secara permanen dalam satu bulan.
Guncangan pasokan yang dihasilkan akan sangat signifikan. Karena pasokan beredar menyusut dengan cepat melalui burn yang dipercepat ini, pangsa pasar relatif dari setiap pemegang yang tersisa otomatis meningkat. Ini adalah model deflasi jangka panjang yang dirancang dengan baik dan memberi imbalan pada kesabaran.
#BNBChain #CryptoNews #Tokenomics #CryptoBurn #Altcoins
Yang membuat pengurangan pasokan ini begitu luar biasa adalah volumenya. Meski volume perdagangan hari ini mencapai sekitar 85.000 dolar, beberapa hari sebelumnya berjalan dengan volume yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 20.000 hingga 30.000 dolar. Mekanisme yang mendasari terciptanya tekanan deflasi ini adalah efek snowball berantai. Dead wallet pada dasarnya berfungsi sebagai pemegang token reguler, yang artinya ia menerima sebagian dari pantulan (reflections) transaksi. Ketika wallet ini terus bertumbuh, persentase reflections yang diserapnya dari setiap transaksi beli dan jual juga meningkat, sehingga secara alami mempercepat laju burn seiring berjalannya waktu.
Ini menciptakan skenario masa depan yang sangat menarik. Jika volume antara 20.000 hingga 85.000 dolar bisa membakar lebih dari seperempat persen dari total pasokan hanya dalam tiga hari, maka implikasi matematis dari pencapaian volume harian yang konsisten sebesar satu juta dolar menjadi sangat besar.
Untuk memberikan contoh yang konkret, pada volume harian satu juta dolar, dead wallet akan mengonsumsi sekitar 0,057 persen dari total pasokan setiap hari. Artinya, hampir 1,7 persen dari seluruh pasokan akan dihancurkan secara permanen dalam satu bulan.
Guncangan pasokan yang dihasilkan akan sangat signifikan. Karena pasokan beredar menyusut dengan cepat melalui burn yang dipercepat ini, pangsa pasar relatif dari setiap pemegang yang tersisa otomatis meningkat. Ini adalah model deflasi jangka panjang yang dirancang dengan baik dan memberi imbalan pada kesabaran.
#BNBChain #CryptoNews #Tokenomics #CryptoBurn #Altcoins