Saya mengawasi Selat Hormuz dengan saksama karena sinyal terbaru AS–Iran membuat pasar energi tetap tegang.

Trump mengatakan tidak ada pembicaraan dengan Iran yang sedang berlangsung, blokade angkatan laut aktif, dan Selat Hormuz tetap terbuka. Artinya situasinya tegang, tetapi belum berubah menjadi hambatan penuh bagi pengiriman.

Hormuz menyalurkan kira-kira 20% arus minyak global, jadi gangguan sebagian saja dapat mendorong harga minyak mentah dan tarif tanker melonjak tajam, yang kemudian memberi makan inflasi dan pasar risiko yang lebih luas.

Untuk saat ini, Brent dan tarif tanker adalah indikator utama. Jika lalu lintas pengiriman mulai turun sementara minyak justru melaju, pasar bisa dengan cepat memasukkan perkiraan adanya guncangan energi yang jauh lebih besar — dan itu bisa mempersulit langkah The Fed dalam pemotongan suku bunga.$牛来 $ACE $KORUB
#DollarFallsTo10WeekLow #EthereumFoundationLaunchesGlamsterdamTestnet #VIXFallsTo2026Low #DollarHits3MonthLow #BTCPerpFundingRateHits20MonthHigh