Minggu ini, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) melakukan inspeksi pertamanya yang pernah ada terhadap situs nuklir yang tidak dideklarasikan di Suriah, termasuk lokasi yang terkait dengan aktivitas pada era Assad. Dipimpin oleh Direktur Jenderal Rafael Grossi, tim tersebut mengunjungi beberapa situs, menandai perkembangan penting dalam upaya pemantauan di kawasan tersebut.

Di antara situs yang diperiksa adalah reaktor nuklir Al-Kibar di Deir Ez-Zor, tempat para inspektur mengamati pekerjaan penggalian yang sedang berlangsung. Grossi mengonfirmasi bahwa tim memperoleh akses ke situs tersebut, yang sebelumnya tidak dideklarasikan, serta mengumpulkan informasi mengenai aktivitas terkait penyimpanan bahan nuklir. Selain itu, inspektur juga mengunjungi situs lain yang tidak dideklarasikan di luar lokasi-lokasi yang sudah diketahui, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang aktivitas nuklir Suriah.

Pemeriksaan ini dilakukan setelah bertahun-tahun akses yang terbatas dan pertanyaan yang belum terjawab terkait program nuklir Suriah, yang sedang diselidiki oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) selama beberapa waktu. Kunjungan tersebut menunjukkan upaya baru dari badan tersebut untuk memperjelas sejauh mana aktivitas nuklir Suriah yang belum dilaporkan serta memastikan kepatuhan terhadap komitmen nonproliferasi nuklir internasional.

Perkembangan ini dapat memiliki implikasi geopolitik yang signifikan, karena menyoroti kekhawatiran yang terus berlanjut tentang proliferasi nuklir di Timur Tengah. Temuan IAEA dan laporan-laporan berikutnya akan mendapat perhatian saksama dari para pemangku kepentingan global dan aktor regional, dengan potensi dampak pada strategi diplomatik dan keamanan. #IAEA #Syria #NuclearInspection