🇺🇸 AS AS DAPAT MENURUNKAN KEHADIRAN MILITER DI TELUK

Pentagon sedang menilai kemungkinan pengurangan kehadiran militer AS di Teluk Persia setelah perang dengan Iran — perubahan yang dapat mengubah keseimbangan strategis di Timur Tengah.

Basis-basis militer AS di kawasan itu mengalami kerusakan signifikan selama konflik, sehingga Washington mempertanyakan apakah masuk akal untuk membangunnya kembali dengan format yang sama. Saat ini, Komando Pusat AS menempatkan sekitar 40 ribu personel di hampir 20 instalasi antara Yordania dan Oman. (The Washington Post)

Pembahasan ini melampaui sekadar jumlah pasukan. Mundur bisa memaksa negara-negara Teluk untuk memperbesar kemampuan militer mereka sendiri atau mencari kemitraan strategis baru. Pada saat yang sama, Washington bisa memindahkan sebagian pasukannya ke posisi yang dinilai kurang rentan, seperti Yordania, Israel, Arab Saudi, atau wilayah yang dekat dengan Laut Merah. (The Washington Post)

Intinya bersifat strategis: perang menunjukkan bahwa kehadiran militer Amerika yang besar di Teluk juga dapat berubah menjadi sasaran bernilai tinggi.

Jika langkah ini benar-benar berjalan, hal itu bisa menjadi salah satu penataan ulang terbesar kehadiran militer AS di Timur Tengah dalam beberapa dekade — sekaligus membuka ruang bagi perebutan pengaruh baru di kawasan.

Baca laporan lengkap