#dusk $DUSK @Dusk

Saya mengirim sebuah transaksi, melihatnya masuk ke mempool, dan mengira bagian tersulit sudah selesai.

Lalu saya menelaah siklus hidup transaksi Dusk dengan lebih cermat.

Sebuah transaksi bisa masuk ke mempool setelah divalidasi, tetapi itu tetap tidak berarti transaksi tersebut sudah berhasil masuk ke blockchain. Transaksi bisa kedaluwarsa sebelum dimasukkan, bisa digantikan oleh transaksi lain dengan harga gas yang lebih tinggi, atau bisa dibuang saat pembuatan blok.

Itu membuat saya berhenti sejenak.

Jadi jika saya melihat transaksi saya tertahan di mempool, apa sebenarnya yang saya ketahui?

Saya tahu bahwa jaringan telah menerimanya.

Saya tidak selalu tahu bahwa transaksi itu akan dimasukkan.

Dan perbedaan itu ternyata lebih penting daripada yang awalnya saya kira.

Bayangkan mengirim transaksi lalu menunggu karena penjelajah blok menampilkannya sebagai “pending”. Akan mudah untuk berasumsi bahwa jaringan hanya butuh waktu.

Tapi pertanyaan yang lebih baik adalah:

Di titik mana tepatnya transaksi saya berhenti?

Apakah ia gagal divalidasi?

Apakah ia tetap berada di mempool?

Apakah ia kedaluwarsa?

Apakah ia digantikan?

Apakah ia mencapai tahap pembuatan blok tetapi gagal dimasukkan?

Itu semua adalah situasi yang benar-benar berbeda, meskipun semuanya dari luar bisa terlihat seperti “transaksiku macet”.

Itulah yang menurut saya menarik tentang siklus hidup transaksi Dusk.

Sebuah transaksi tidak sekadar dikirim → selesai.

Ada status-status antara, dan masing-masing memberi tahu sesuatu yang berbeda tentang apa yang benar-benar telah terjadi.

Bagi saya, pelajaran praktisnya sederhana:

Jangan menganggap “terlihat di mempool” sebagai “sudah terjadi”.

Sebelum menyimpulkan bahwa jaringan lambat, cari tahu di mana posisi transaksi itu dalam siklus hidupnya.

Kadang informasi blockchain yang paling berguna bukanlah apakah sebuah transaksi itu ada.

Melainkan status seperti apa transaksi itu sebenarnya berada.
$KII $BTR