Situasi seputar BitMart terus memanas.

Sejak pengumuman penutupan platform pada 26 Juli, beberapa pengguna mengklaim bahwa mereka tidak lagi bisa mengambil dana mereka. Pada saat yang sama, pertanyaan bermunculan terkait cadangan yang tersedia, gaji yang belum dibayar, dan lokasi pasti aset-aset tersebut.

Beberapa jam menjelang batas waktu 19 Agustus, tekanannya meningkat.

💰 Jutaan dolar masih terus terkunci

Banyak pelanggan mengklaim bahwa mereka masih belum bisa mengakses kripto mereka.

Di antara kesaksian yang paling mencolok, seorang pengguna yang dikenal dengan nama BeardStaff mengaku memiliki hampir 10 juta dolar yang terblokir di BitMart sejak 26 Juli.

Masalah utamanya saat ini adalah kurangnya transparansi.

Tidak ada jadwal pengembalian dana yang spesifik yang telah diumumkan secara publik, dan hingga saat ini tidak ada presentasi rinci mengenai cadangan yang tersedia yang mampu meyakinkan pengguna.

⏳ Batas ultimatum pada 19 Agustus

Krisis ini mengambil dimensi baru ketika sebuah surat terbuka dipublikasikan pada awal Agustus dari akun X resmi Tiongkok milik BitMart.

Pesan tersebut meminta pendiri Sheldon Xia dan rekanannya Nancy Li untuk mempublikasikan sebelum 19 Agustus beberapa informasi keuangan kunci:

  • daftar lengkap portofolio;

  • aset yang dimiliki;

  • liabilitas;

  • tingkat cadangan yang sebenarnya;

  • rencana pembayaran balik yang jelas untuk para pelanggan.

Surat tersebut juga menuntut pembayaran gaji dan kompensasi yang terutang kepada beberapa karyawan.

Tanpa adanya tanggapan, para penulis mengancam akan menyerahkan berbagai bukti kepada regulator dan aparat penegak hukum.

Karena itu, 19 Agustus menjadi tanggal yang sangat dipantau oleh komunitas.

🔍 ZachXBT dan Arkham memberi tekanan

Penyelidik on-chain ZachXBT juga ikut terlibat dalam kasus ini.

Dia secara terbuka meminta BitMart untuk mengembalikan dana nasabah jika platform tersebut benar-benar memiliki likuiditas yang diperlukan.

Sementara itu, Arkham Intelligence kabarnya telah mengidentifikasi penurunan signifikan pada aset yang terkait dengan salah satu portofolio BitMart.

Nilai yang diamati diperkirakan turun dari sekitar 70 juta dolar menjadi 36 juta dolar sejak pengumuman penutupan.

Penurunan ini saja belum cukup untuk menyimpulkan adanya ketidaksolvabelan, tetapi memunculkan pertanyaan tentang jumlah dana yang segera tersedia untuk memenuhi permintaan penarikan.

🚨 Sheldon Xia menyatakan bahwa akun X telah diretas

Namun, pendiri BitMart menolak tuduhan tersebut.

Sheldon Xia menyebut berbagai tuduhan yang beredar di media sosial sebagai "rumor buatan".

Menurutnya, akun X Tiongkok milik BitMart diduga telah dibobol, sehingga surat yang meminta pembukaan buku dan publikasi cadangan bukanlah komunikasi resmi yang sah dari perusahaan.

Xia juga mengumumkan niatnya untuk menghubungi otoritas dan mengirimkan surat dari pengacara kepada X terkait apa yang ia anggap sebagai kampanye berbahaya terhadap dirinya.

Jadi, dua versi yang benar-benar berlawanan saling bertarung secara publik.

Di satu sisi, seruan agar transparansi keuangan segera.

Di sisi lain, sang pendiri yang menyatakan bahwa permintaan tersebut berasal dari akun yang telah diretas.

👥 Para karyawan juga menuntut uang mereka

Para klien bukan satu-satunya yang terkena dampak.

Sejumlah karyawan mengaku belum menerima beberapa gaji atau kompensasi sejak bulan Juli.

Poin ini juga tercantum sebagai salah satu tuntutan utama dalam surat yang dipublikasikan di akun X Tiongkok.

Sheldon Xia kabarnya menjawab bahwa aset karyawan tidak boleh diprioritaskan dibandingkan aset para pelanggan.

Sebuah pernyataan yang mengisyaratkan bahwa saat ini prioritas diberikan untuk pengembalian dana pengguna.

Tapi lagi-lagi, tidak ada jadwal spesifik yang diumumkan.

🏦 Belum juga ada audit independen

Ini kemungkinan menjadi titik inti dari seluruh kasus tersebut.

Pengguna kini meminta lebih sedikit pernyataan dan lebih banyak bukti yang bisa diverifikasi.

Publikasi wallet.

Bukti cadangan.

Status liabilitas.

Audit independen.

Rencana pembayaran balik.

Untuk saat ini, tidak ada komunikasi publik yang cukup rinci yang dapat menjawab semua pertanyaan tersebut.

Sheldon Xia terus menolak permintaan pembukaan buku yang diajukan melalui akun X Tiongkok, serta mempertanyakan bahkan legitimasi kampanye tersebut.

⚠️ Masa lalu yang sudah ditandai oleh peretasan besar

Krisis ini terjadi saat BitMart sebelumnya sudah mengalami insiden besar pada Desember 2021, ketika peretasan menyebabkan hilangnya sekitar 196 juta dolar mata uang kripto.

Insiden ini sangat memengaruhi reputasi platform tersebut.

Situasi saat ini berbeda, tetapi preseden itulah yang menjelaskan mengapa komunitas kini dengan cepat menuntut bukti terkait keamanan dan ketersediaan dana.

👀 Hal yang perlu diawasi sekarang

Kini seluruh perhatian tertuju pada 19 Agustus.

Akun X Tiongkok yang memublikasikan ultimatum menuntut pengungkapan portofolio, aset, liabilitas, dan cadangan BitMart sebelum tanggal tersebut.

Tanpa adanya tanggapan, ia mengancam akan menyerahkan informasinya kepada otoritas yang berwenang.

Namun, masih ada pertanyaan penting: siapa sebenarnya yang mengendalikan akun ini?

Jika Sheldon Xia benar dan akun tersebut telah diretas, kredibilitas ultimatum bisa dipertanyakan secara serius.

Namun, jika tuntutan tersebut benar-benar berasal dari pihak yang memiliki informasi internal, BitMart bisa menghadapi tekanan regulasi dan hukum yang jauh lebih besar.

Bagi pengguna yang masih menunggu dana mereka, yang terpenting sekarang hanya satu: melihat bukti konkret bahwa uang tersebut masih tersedia dan mengetahui kapan penarikan bisa dimulai lagi.