Saya hampir dilikuidasi, tapi TermMax “pisau lembut” ini menyelamatkan saya

Bulan lalu, saya memakai ETH di TermMax sebagai jaminan untuk meminjam USDC, leverage-nya agak tinggi. Hasilnya, tengah malam ETH tiba-tiba “menusuk jarum”, dan saya langsung berpikir: beres, di protokol lain pasti langsung dihajar habis—pokoknya nol.

Tapi ketika pagi saya buka lagi, posisi saya ternyata masih ada, hanya dilikuidasi sebagian. Setelah membaca whitepaper barulah saya paham: likuidasi TermMax bukan langsung menghantam pasar dengan penjualan paksa sekali selesai, melainkan likuidasi bertahap. Saat harga aset jaminan turun melewati ambang batas, sistem hanya melikuidasi sebagian kecil yang cukup untuk memulihkan “health factor”, bukan menghabisi seluruh posisi Anda.

Desainnya cukup cerdas. Di satu sisi, menghindari likuidasi paksa besar-besaran yang memicu “efek domino”. Di sisi lain, memberi ruang bagi peminjam agar masih menyisakan pokoknya. Saya hitung: untuk kondisi pasar yang sama, pada protokol pinjam-meminjam tradisional mungkin langsung meledak (liquidation), sedangkan di TermMax kerugiannya hanya di bawah 8% dari aset jaminan.

Di whitepaper juga disebutkan bahwa protokol memiliki dana asuransi untuk menutup piutang macet dalam skenario terburuk; sisa hasil likuidasi akan masuk ke dana tersebut, bukan menambal lewat penerbitan token tambahan. Bagi penyimpan dana, lapisan perlindungan ini lebih kuat daripada banyak DeFi lama.

Jujur saja, likuidasi di DeFi paling takut pada pendekatan “sekali tebas”. Likuidasi bertahap ala TermMax memang mengurangi kepanikan.

Menurut Anda, metode likuidasi yang mana yang lebih masuk akal?

#termmax @TermMax
A. 一次性全清,干净利落
55%
B. 部分清算,给用户留余地
28%
C. 只清利息,不动本金
17%
18 Voting • Voting ditutup