Bagaimana sebenarnya pesan terdesentralisasi bekerja?
“Pesan terdesentralisasi terdengar keren, tapi bagaimana cara kerjanya secara spesifik? Apakah ini seperti hal besar berbasis blockchain?”
Itu pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya, jadi ini jawaban yang lebih mendalam.
Tidak ada satu server pusat.
Aplikasi pesan tradisional sering bergantung pada infrastruktur terpusat. Liberdus, sebagai gantinya, beroperasi melalui jaringan terdistribusi dari node-node independen, sehingga tidak ada satu mesin pun yang dimaksud untuk menampung seluruh jaringan.
Node-node tersebut memiliki peran yang berbeda. Node validator ikut berpartisipasi dalam konsensus dan validasi transaksi, sementara node arsip menyimpan data historis jaringan. Bersama-sama, mereka menjaga agar jaringan tetap berjalan.
Di sinilah Shardus berperan: kerangka distributed-ledger yang menjadi fondasi Liberdus. Berbeda dari blockchain konvensional yang mengelompokkan transaksi menjadi blok, Shardus memakai arsitektur sharded tanpa blok (blockless).
Sharded artinya jaringan membagi beban kerjanya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut shard. Kelompok node yang berbeda memproses bagian yang berbeda dari status jaringan dan transaksi.
Blockless tidak berarti tidak ada ledger. Artinya transaksi tidak pertama-tama digabungkan ke dalam blok tradisional. Shardus memproses transaksi secara individual dan paralel di seluruh jaringan. Ini benar-benar berbeda dari blockchain konvensional.
Mengapa ini penting untuk pesan?
Jaringan pesan harus mampu menangani banyak aktivitas tanpa hambatan (bottleneck). Sharding mendistribusikan beban kerja, alih-alih memaksa satu server pusat, atau setiap node, untuk menangani semuanya.
Validator tidak melakukannya secara gratis. Mereka melakukan stake LIB untuk berpartisipasi dalam validasi jaringan, dan validator aktif dapat memperoleh imbalan (reward) dalam bentuk LIB. Insentif ekonomi ini menjadi bagian dari model keamanan.
Jadi, apakah Liberdus adalah blockchain besar?
Lebih baik memandangnya sebagai jaringan pesan dan pembayaran terdesentralisasi yang dibangun di atas infrastruktur terdistribusinya sendiri: tidak ada server pesan pusat, arsitektur sharded, validator, dan keamanan kriptografis.
Arsitektur lebih penting daripada istilah-istilah yang sedang tren.
#Liberdus $XRP #DollarHits3MonthLow
“Pesan terdesentralisasi terdengar keren, tapi bagaimana cara kerjanya secara spesifik? Apakah ini seperti hal besar berbasis blockchain?”
Itu pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya, jadi ini jawaban yang lebih mendalam.
Tidak ada satu server pusat.
Aplikasi pesan tradisional sering bergantung pada infrastruktur terpusat. Liberdus, sebagai gantinya, beroperasi melalui jaringan terdistribusi dari node-node independen, sehingga tidak ada satu mesin pun yang dimaksud untuk menampung seluruh jaringan.
Node-node tersebut memiliki peran yang berbeda. Node validator ikut berpartisipasi dalam konsensus dan validasi transaksi, sementara node arsip menyimpan data historis jaringan. Bersama-sama, mereka menjaga agar jaringan tetap berjalan.
Di sinilah Shardus berperan: kerangka distributed-ledger yang menjadi fondasi Liberdus. Berbeda dari blockchain konvensional yang mengelompokkan transaksi menjadi blok, Shardus memakai arsitektur sharded tanpa blok (blockless).
Sharded artinya jaringan membagi beban kerjanya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut shard. Kelompok node yang berbeda memproses bagian yang berbeda dari status jaringan dan transaksi.
Blockless tidak berarti tidak ada ledger. Artinya transaksi tidak pertama-tama digabungkan ke dalam blok tradisional. Shardus memproses transaksi secara individual dan paralel di seluruh jaringan. Ini benar-benar berbeda dari blockchain konvensional.
Mengapa ini penting untuk pesan?
Jaringan pesan harus mampu menangani banyak aktivitas tanpa hambatan (bottleneck). Sharding mendistribusikan beban kerja, alih-alih memaksa satu server pusat, atau setiap node, untuk menangani semuanya.
Validator tidak melakukannya secara gratis. Mereka melakukan stake LIB untuk berpartisipasi dalam validasi jaringan, dan validator aktif dapat memperoleh imbalan (reward) dalam bentuk LIB. Insentif ekonomi ini menjadi bagian dari model keamanan.
Jadi, apakah Liberdus adalah blockchain besar?
Lebih baik memandangnya sebagai jaringan pesan dan pembayaran terdesentralisasi yang dibangun di atas infrastruktur terdistribusinya sendiri: tidak ada server pesan pusat, arsitektur sharded, validator, dan keamanan kriptografis.
Arsitektur lebih penting daripada istilah-istilah yang sedang tren.
#Liberdus $XRP #DollarHits3MonthLow