#termmax Banyak orang memilih pool pinjaman, namun pandangan pertama tertuju pada imbal hasil (annualized). Tapi pernahkah kamu memikirkan, ketika benar-benar terjadi penurunan besar (drawdown besar), seberapa pun bagusnya suku bunga, mungkin tetap tidak bisa menyelamatkan posisi kamu.

Bayangkan jika pasar mengalami kejatuhan besar, bagaimana sistem pinjaman menangani likuidasi paksa? Praktik tradisional sangat sederhana: setelah agunan dilikuidasi, agunan langsung dijual ke pasar. Namun saat terjadi penurunan tajam, likuiditas sendiri memang sudah buruk. Lalu segudang agunan sekaligus dilempar ke pasar—harga pun makin tertekan, dan likuidasi berantai terseret keluar begitu saja. Banyak orang mungkin pernah mengalami dan merasakannya.

Lalu, apakah TermMax dengan physical delivery (penyerahan fisik) bisa menghindari masalah ini? TermMax tidak akan membuang aset ke pasar. Ia langsung mengalihkan aset agunan kepada pihak pemberi pinjaman. Memang terlihat seperti menghindari penjualan panik dan kepanikan (price crash) yang saling menimpa.

Tapi ada satu poin yang sangat realistis: aset yang diterima pemberi pinjaman bukanlah stablecoin, melainkan aset agunan. Setelah itu, apakah ia menjual lagi atau tetap memegang, itu urusannya sendiri. Saat pertama kali saya mengenal mekanisme ini, poin tersebut hampir saja saya lewatkan.

Seluruh sistem dijalankan oleh tiga jenis posisi: GT, FT, dan XT. Peminjam menyimpan GT berisi agunan sekaligus utang; ketika kondisi terpenuhi, masuk ke fase penanganan. FT milik pemberi pinjaman adalah piutang tanpa kupon (zero-interest) yang dibeli dengan diskon; pelunasannya bertumpu pada aset agunan di GT. Sementara XT hanya memisahkan nilai waktu—nilai yang mendekati jatuh tempo terus menurun.

Kalau begitu, apakah pemberi pinjaman masih bisa hanya melihat imbal hasil? Sepertinya tidak. Kalau lawan transaksi mengalami likuidasi paksa (meledak), aset yang jatuh ke tangan kamu bisa kamu terima? Untuk aset acuan dengan volatilitas besar, sedikit bunga belum tentu sebanding dengan kerugian.

Dalam penyaringan pool yang saya lakukan, saya cenderung lebih konservatif: imbal hasil tinggi secara default dianggap sebagai risk premium, dan saya mengutamakan aset agunan yang arus utama (mainstream) serta tingkat agunan yang lebih konservatif.

Omong-omong, apakah physical delivery berarti pasti aman tanpa kekhawatiran? Tentu tidak. Keterlambatan oracle (perangkat prediksi harga), lompatan harga (price gap) saat kondisi pasar, dan celah pada kontrak tetap menjadi penghalang. Mekanisme ini hanya memindahkan risiko, tidak bisa menghapus risiko sepenuhnya. @TermMax Voting: saat memilih pool pinjaman, kamu lebih mengutamakan apa?
A、年化收益率
B、清算机制风控
C、抵押资产质量
D、合约与项目安全
1 hari lagi