Selat Hormuz masih memainkan kartu yang sama, tetapi kini sudah tidak seampuh seperti dulu. Bisakah minyak mentah CL masih dilakukan?
Pertama, simpulkan: cenderung menguat dalam jangka pendek, tapi jangan lagi membayangkan harga minyak 150 dolar.
Dalam waktu belakangan ini, informasi yang dirilis Iran ke pihak luar hampir tidak mengalami perubahan:
membebaskan aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, menurunkan tekanan militer.
Masalahnya adalah, ketika hal yang sama terus diulang, pasar akan perlahan kehilangan sensitivitasnya.
Ketika sebuah kartu utama terus dimainkan berulang-ulang, namun tetap tidak mampu mengubah situasi, daya gentarnya akan makin melemah.
Selat Hormuz dulu merupakan kartu tawar yang penting.
Tapi sekarang, kartu ini lebih mirip untuk mempertahankan keadaan, bukan untuk mengubah keadaan.
Mengapa pasar tidak terus gila-gilaan memburu krisis minyak mentah?
Penyebabnya sebenarnya sederhana.
Semua orang menyadari, meskipun situasinya tegang, probabilitas untuk eskalasi penuh yang benar-benar menyeluruh tidak terlalu tinggi.
Beberapa waktu lalu, banyak orang berteriak bahwa harga minyak akan menembus 150 dolar.
Alasannya tak lebih dari: gangguan pasokan, pengiriman terhambat, dan penurunan kapasitas produksi.
Namun sekarang, jika ditinjau kembali, ekspektasi-ekspektasi itu nyatanya tidak benar-benar terwujud.
Pertarungan antara AS dan Iran lebih seperti tarik-menarik jangka panjang.
Keduanya sama-sama memberi tekanan, tapi tak ada yang mau dengan mudah mendorong situasi hingga lepas kendali.
Itulah mengapa harga minyak terus berada dalam kondisi “tidak bisa turun lagi, tapi juga tidak bisa naik terlalu jauh”.
Dari sudut pandang trading, CL masih punya ruang untuk melanjutkan kenaikan.
Di sekitar 84 dolar bukanlah titik akhir.
Selama risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang, harga minyak masih punya peluang mendekati 90 dolar.
Namun di atas 90 dolar, justru saya akan makin berhati-hati.
Di kisaran 91–92 dolar, itulah area tekanan yang layak menjadi fokus perhatian.
Jika harga terus mendobrak lebih tinggi, posisi ini lebih cocok untuk mengamati peluang bagi para short-seller.
Ingat satu hal:
Politik geopolitik bisa mendorong sentimen pasar, tapi sulit untuk mengubah hubungan antara penawaran dan permintaan dalam jangka panjang.
Yang benar-benar menentukan pergerakan jangka panjang minyak mentah tetaplah penawaran, permintaan, dan siklus ekonomi global.
Jadi, jangan menaruh semua taruhan pada peristiwa di berita.
Hal terbaik yang dilakukan pasar adalah memanfaatkan emosi untuk menciptakan volatilitas.
Sedangkan yang harus dilakukan trader bukan memprediksi siapa yang akan mengalah, melainkan menghormati perubahan pada chart.
#以太坊基金会启动Glamsterdam测试网
Pertama, simpulkan: cenderung menguat dalam jangka pendek, tapi jangan lagi membayangkan harga minyak 150 dolar.
Dalam waktu belakangan ini, informasi yang dirilis Iran ke pihak luar hampir tidak mengalami perubahan:
membebaskan aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, menurunkan tekanan militer.
Masalahnya adalah, ketika hal yang sama terus diulang, pasar akan perlahan kehilangan sensitivitasnya.
Ketika sebuah kartu utama terus dimainkan berulang-ulang, namun tetap tidak mampu mengubah situasi, daya gentarnya akan makin melemah.
Selat Hormuz dulu merupakan kartu tawar yang penting.
Tapi sekarang, kartu ini lebih mirip untuk mempertahankan keadaan, bukan untuk mengubah keadaan.
Mengapa pasar tidak terus gila-gilaan memburu krisis minyak mentah?
Penyebabnya sebenarnya sederhana.
Semua orang menyadari, meskipun situasinya tegang, probabilitas untuk eskalasi penuh yang benar-benar menyeluruh tidak terlalu tinggi.
Beberapa waktu lalu, banyak orang berteriak bahwa harga minyak akan menembus 150 dolar.
Alasannya tak lebih dari: gangguan pasokan, pengiriman terhambat, dan penurunan kapasitas produksi.
Namun sekarang, jika ditinjau kembali, ekspektasi-ekspektasi itu nyatanya tidak benar-benar terwujud.
Pertarungan antara AS dan Iran lebih seperti tarik-menarik jangka panjang.
Keduanya sama-sama memberi tekanan, tapi tak ada yang mau dengan mudah mendorong situasi hingga lepas kendali.
Itulah mengapa harga minyak terus berada dalam kondisi “tidak bisa turun lagi, tapi juga tidak bisa naik terlalu jauh”.
Dari sudut pandang trading, CL masih punya ruang untuk melanjutkan kenaikan.
Di sekitar 84 dolar bukanlah titik akhir.
Selama risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang, harga minyak masih punya peluang mendekati 90 dolar.
Namun di atas 90 dolar, justru saya akan makin berhati-hati.
Di kisaran 91–92 dolar, itulah area tekanan yang layak menjadi fokus perhatian.
Jika harga terus mendobrak lebih tinggi, posisi ini lebih cocok untuk mengamati peluang bagi para short-seller.
Ingat satu hal:
Politik geopolitik bisa mendorong sentimen pasar, tapi sulit untuk mengubah hubungan antara penawaran dan permintaan dalam jangka panjang.
Yang benar-benar menentukan pergerakan jangka panjang minyak mentah tetaplah penawaran, permintaan, dan siklus ekonomi global.
Jadi, jangan menaruh semua taruhan pada peristiwa di berita.
Hal terbaik yang dilakukan pasar adalah memanfaatkan emosi untuk menciptakan volatilitas.
Sedangkan yang harus dilakukan trader bukan memprediksi siapa yang akan mengalah, melainkan menghormati perubahan pada chart.
#以太坊基金会启动Glamsterdam测试网