Hari ini saya melihat pasar tokenized stock di @TermMax . Reaksi pertama saya bukan Fixed Rate, melainkan:

Kalau aset saham sudah dipatokkan di blockchain, saat butuh uang kenapa harus dulu menjual?

Misalnya, saya memegang tokenized NVDA.

Kalau tiba-tiba perlu dana USDT, cara paling sederhana tentu menjual.

Tapi setelah menjual, exposure harga saham yang dulu dimiliki ikut hilang.

Jalur lain yang diberikan TermMax adalah:

Gunakan aset saham on-chain seperti ini sebagai jaminan, lalu tarik likuiditas stablecoin-nya lebih dulu.

Artinya, exposure saham on-chain yang asli masih ada; pembiayaan diselesaikan terlebih dahulu.

Nah, dari situ saya justru jadi lebih paham kenapa belakangan TermMax bergerak ke arah RWA.

Karena untuk aset yang berniat dipegang beberapa bulan bahkan lebih lama, apakah bisa meminjam uang hanyalah setengah dari urusannya.

Setengah lainnya adalah:

dalam beberapa bulan ke depan, seberapa banyak biaya pendanaan yang benar-benar akan dibelanjakan dari pinjaman ini?

Fixed Rate di sini jadi sangat masuk akal.

Tentu saja, yang difixed adalah biaya pinjamannya, bukan harga aset.

Harga saham bisa saja turun tetap akan turun, risiko aset yang dijaminkan juga tidak akan hilang hanya karena suku bunga sudah tetap. Kalau menggunakan leverage, risikonya tetap—dan akan tetap diperbesar.

Tapi arah ini menurut saya layak untuk terus dipantau.

Dulu, saat orang membahas RWA, yang paling sering dibicarakan adalah cara memindahkan saham, obligasi pemerintah ke blockchain.

Sekarang saya lebih peduli dengan langkah berikutnya:

memindahkan RWA ke blockchain hanyalah langkah pertama. Setelah bisa diperdagangkan, bisakah ia juga dibiayai layaknya aset sungguhan?

#TermMax