$ACE
Sudah bertahun-tahun berdagang, saya menemukan satu hal yang sangat menarik:
Yang benar-benar membuat trader ritel merugi, sering kali bukan karena penurunan tajam, melainkan karena kenaikan tajam.
Ketika sebuah candle panjang (big yang) muncul dan harga menembus high sebelumnya, sentimen pasar seketika menyala.
Ada yang takut ketinggalan, ada juga yang khawatir melewatkan kesempatan, lalu berebut masuk dengan panik.

Lalu bagaimana hasilnya?
Banyak “breakout” yang disebut-sebut, keesokan harinya langsung dipukul balik seperti semula.
Kemudian, perlahan saya mengubah kebiasaan mengejar kenaikan.
Karena saya sadar, tren yang benar-benar layak diikuti biasanya akan memberi Anda kesempatan kedua.
Daripada terus menatap candle breakout pertama, lebih baik menunggu tiga sinyal.

Langkah pertama: breakout dengan volume besar.
Saat harga menembus level resistance yang penting, perhatikan dulu volumenya.
Jika harga naik dan volume ikut membesar, itu berarti dana sedang masuk.
Namun jika harga naik tetapi volume tidak menunjukkan perubahan yang jelas, Anda perlu lebih waspada.
Breakout tanpa dukungan volume kemungkinan besar hanya jebakan untuk memancing.

Langkah kedua: pullback dengan volume mengecil.
Setelah breakout, jangan buru-buru mengejar.
Tunggu dengan sabar ketika harga melakukan pullback.
Jika selama pullback volume berangsur-angsur menurun, sementara harga tidak jatuh melewati level resistance lama, berarti pasar sedang menyelesaikan pertukaran posisi (transaksi/kumpulan lot).
Pada saat seperti ini, biasanya bagian bawah sudah mulai mendapat dukungan.

Langkah ketiga: breakout volume kedua.
Setelah pullback selesai, baru amati serangan (dorongan) kedua ke atas.
Jika harga menembus lagi dan volume kembali membesar, barulah itu sinyal masuk yang benar-benar layak diperhatikan.
Metode ini terlihat sederhana:
breakout dengan volume besar, lalu pullback dengan volume mengecil, kemudian breakout volume kedua.
Namun justru tiga langkah inilah yang membantuku menghindari banyak breakout palsu.
Ingat satu kalimat:
Lebih baik tidak mendapat untung pada gelombang pertama, daripada menjadi orang terakhir yang menyambut (membeli di puncak/jebakan).
Pasar paling suka memanfaatkan emosi “takut ketinggalan”.
Kadang, menunggu satu kali pullback lagi lebih penting daripada masuk lebih awal.
#美国30年期国债收益率创2007年来新高