🧧 Anak muda mencari uang harus hemat tenaga
Jangan percaya omongan apa pun—masa muda adalah pengabdian tanpa pamrih. Nyatanya, dalam hubungan apa pun, selama kamu berada di posisi rendah, menjadi pihak yang patuh dan melakukan semuanya, maka sebagian besar nilai yang kamu ciptakan akan dieksploitasi.
Dunia ini memang sangat nyata: semakin susah orangnya, semakin tidak bisa ia menghasilkan uang; semakin malas seseorang, semakin besar uang yang bisa ia dapat.
Wajib tingkatkan pemahaman (kognisi), latih otakmu: dari menghasilkan uang dengan tenaga fisik, beralihlah menjadi menghasilkan uang dengan kemampuan berpikir. Jangan dengarkan perkataan siapa pun, jangan biarkan siapa pun melakukan pua terhadapmu. Tingkatkan cara berpikir ke level yang lebih tinggi, lakukan reverse pua pada orang tuamu, atasanmu, dan rekan kerja/mitramu. Buat semua orang mengikuti ritmemu. Kamu harus berpikir dari posisi tengah, sebagai pihak “pemegang kendali” (banker), memimpin dari tengah, melakukan pengaturan dan penjadwalan yang rasional. Tentu saja, pada akhirnya kamu harus memimpin agar seluruh “pasar” menciptakan nilai, lalu bagi secara wajar.
Ingat baik-baik: kerja keras seberat seribu kati tidak bernilai apa pun, sedangkan satu-dua ons prestasi pun bernilai seribu.
Jangan percaya omongan apa pun—masa muda adalah pengabdian tanpa pamrih. Nyatanya, dalam hubungan apa pun, selama kamu berada di posisi rendah, menjadi pihak yang patuh dan melakukan semuanya, maka sebagian besar nilai yang kamu ciptakan akan dieksploitasi.
Dunia ini memang sangat nyata: semakin susah orangnya, semakin tidak bisa ia menghasilkan uang; semakin malas seseorang, semakin besar uang yang bisa ia dapat.
Wajib tingkatkan pemahaman (kognisi), latih otakmu: dari menghasilkan uang dengan tenaga fisik, beralihlah menjadi menghasilkan uang dengan kemampuan berpikir. Jangan dengarkan perkataan siapa pun, jangan biarkan siapa pun melakukan pua terhadapmu. Tingkatkan cara berpikir ke level yang lebih tinggi, lakukan reverse pua pada orang tuamu, atasanmu, dan rekan kerja/mitramu. Buat semua orang mengikuti ritmemu. Kamu harus berpikir dari posisi tengah, sebagai pihak “pemegang kendali” (banker), memimpin dari tengah, melakukan pengaturan dan penjadwalan yang rasional. Tentu saja, pada akhirnya kamu harus memimpin agar seluruh “pasar” menciptakan nilai, lalu bagi secara wajar.
Ingat baik-baik: kerja keras seberat seribu kati tidak bernilai apa pun, sedangkan satu-dua ons prestasi pun bernilai seribu.