Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menghadapi tuduhan bahwa mereka telah melepas miliaran dolar aset Iran yang sebelumnya dibekukan di bank-bank lokal.

Menurut laporan yang mengutip beberapa sumber senior di Teheran, UEA diduga memindahkan dana tersebut secara diam-diam, termasuk pengiriman dua ton emas senilai $283 juta, sebagai upaya untuk meyakinkan Iran agar tidak melancarkan serangan-serangan di masa depan terhadap wilayah UEA jika konflik mereka dengan Amerika Serikat berlanjut.

Transaksi rahasia yang diduga ini menarik perhatian setelah data pelacakan penerbangan dilaporkan menunjukkan adanya pergerakan yang melibatkan Boeing 737-7KK yang dioperasikan oleh armada Royal Jet milik UEA. Pesawat tersebut tercatat terbang dari Abu Dhabi ke Bandara Mehrabad di Teheran dan Bandara Payam di Karaj pada 11 dan 12 Agustus, dengan singgah singkat sekitar satu jam di masing-masing lokasi.

Penerbangan itu diklaim mirip dengan sebuah insiden pada bulan Juni, ketika pesawat jet yang sama diduga mengangkut dana sebesar $3 miliar, menurut laporan yang dikaitkan dengan pejabat Iran senior.

Meski klaim tersebut memicu spekulasi internasional yang luas, hingga kini tidak ada bukti fisik atau dokumentasi resmi yang mengonfirmasi bahwa pesawat itu membawa uang tunai, dana, atau emas.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA secara tegas membantah tuduhan tersebut, dengan menyatakan bahwa klaim yang mengatakan dana yang dilarang atau dibekukan telah dilepaskan sepenuhnya salah dan tidak berdasar.

Spekulasi seputar transaksi rahasia yang diduga ini terus berlanjut di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk. Tanpa pengakuan resmi atau bukti konkret mengenai muatan pesawat, klaim yang menyangkut kembalinya aset Iran dan pengiriman emas tetap merupakan tuduhan yang belum terverifikasi dalam lingkungan geopolitik yang semakin tegang. #BTC #UAE $BTC