Sejak penurunan Bitcoin dimulai pada bulan Oktober, bulan-bulan yang biasanya dikenal dengan momentum bullish yang kuat tidak memenuhi harapan 📉🤔

Oktober dan November — secara tradisional dianggap sebagai "bulan bullish" — secara mengejutkan bergerak turun, mengalihkan fokus investor menuju Februari 👀📆

Pada tahap ini, ekonom terkenal Timothy Peterson telah menyoroti Februari sebagai salah satu bulan yang paling stabil dan positif untuk Bitcoin sejak tahun 2016 🚀📊

Peterson bahkan menyebut Februari sebagai "Uptober" yang sebenarnya untuk Bitcoin 💥

Menurut analisisnya, data historis sangat mendukung tren naik yang nyata. Ia menunjukkan bahwa rata-rata pengembalian untuk minggu yang berakhir pada 21 Februari telah sekitar 8,4%, dengan Bitcoin ditutup hampir 60% lebih tinggi selama periode yang sama 📈🔥

Ia juga menekankan bahwa Februari secara konsisten memberikan rata-rata keuntungan mingguan sekitar 7% untuk BTC — mengungguli bahkan Oktober, yang sering dilabeli trader sebagai Uptober 💰📈

Peterson percaya bahwa kekuatan ini lebih dipengaruhi oleh kekuatan makroekonomi daripada faktor spesifik kripto 🌍🏦

Itu karena pertengahan Februari biasanya adalah waktu ketika perusahaan merilis laporan pendapatan tahunan dan menyajikan proyeksi optimis. Ini cenderung meningkatkan kepercayaan investor, mendorong selera risiko yang lebih tinggi — dan sebagian dari modal itu sering menemukan jalannya ke Bitcoin 💼➡️₿

"Pengembalian mingguan rata-rata setidaknya 7% selama jendela dua minggu dari 7 hingga 21 Februari!" 🚀📆

Di luar Peterson, peneliti Bitcoin Sminston juga tetap sangat bullish pada BTC dalam jangka panjang 🐂

Menggunakan model Saluran Keruntuhan Bitcoin, ia menyarankan bahwa harga puncak Bitcoin pada tahun 2026 bisa berada di suatu tempat antara $210,000 dan $300,000 💎💸

Sementara model tersebut tidak memprediksi waktu yang tepat, ia mencatat bahwa rentang harga ini telah terbukti dapat diandalkan secara historis 📊✅ #BTC #bitcoin

$BTC

BTC
BTC
87,788.8
-1.56%