Menurut BBC, aktivis mahasiswa Devendra Nath Mahto mengakhiri aksi mogok makan selama 16 hari di negara bagian Jharkhand bagian timur India setelah pemerintah menyetujui untuk membatalkan ujian rekrutmen yang kontroversial. Aksi puasa itu berakhir di sebuah rumah sakit di Ranchi, tempat ia dirawat setelah kesehatannya memburuk minggu lalu.
Pemerintah negara bagian sebelumnya telah menyetujui untuk membatalkan ujian layanan sipil pendahuluan dan menyatakan bahwa Biro Investigasi Kriminal (Criminal Investigation Department) sedang menyelidiki dugaan penyimpangan, termasuk klaim soal bocoran naskah ujian dan penggunaan cara yang tidak adil. Pada Senin malam, Ketua Menteri Hemant Soren mengatakan bahwa ujian Jharkhand Staff Selection Commission-Combined Graduate Level (JSSC-CGL) juga akan dibatalkan, dan bahwa semua ujian yang diselenggarakan oleh TSR Data Processing Private Limited (TDPL) akan dicancel.
Soren juga mengumumkan adanya penyelidikan terhadap ujian rekrutmen yang diadakan sejak 2014 dan mengatakan bahwa sebuah komite akan dibentuk untuk merekomendasikan reformasi terhadap sistem ujian negara. Para pengunjuk rasa mengatakan mereka akan terus melakukan demonstrasi sampai Biro Investigasi Pusat India (CBI) memulai penyelidikan atas dugaan malpraktik dalam ujian rekrutmen lainnya.
