TMX#TermMax hari Selasa minggu depan, seharusnya lagi-lagi ada kabar gembira serentak untuk “CM” (China-Ma?)—saran jangan keburu menaruh harapan.

1. Pertama, tekanan jual terlalu besar: TermMax sebelumnya cukup populer di kalangan komunitas “mengambil airdrop”. Bahkan poin dari airdrop komunitas saat itu dibagi menjadi tiga jenis: XP, AP, dan MP, dengan peserta yang banyak.

Sekarang belum jelas bagaimana cara menghitung airdrop TermMax, tapi menurut pedoman/whitepaper: 15% jatah akan dipakai untuk airdrop komunitas, dan dilepaskan penuh pada hari TGE.

Kalau yang benar-benar dibagikan, kemungkinan akan ada potongan nilainya—soalnya TGE pihak proyek juga sempat melewati 2 kali “jadwal lemparan tiket”. Ini bukan tim yang “ucapannya pasti terealisasi”: awalnya bilang TGE diperkirakan Q3–Q4 tahun lalu; kemudian digeser sampai pengumuman resmi pada April tahun ini dengan batas paling lambat TGE di Q2; lalu belakangan lagi ditunda sampai tanggal 25 bulan ini.

Tapi meskipun ada potongan, tekanan jual komunitas sebesar 3%~5% tetap ada. Karena bagi tim proyek yang menjalankan skema pinjam-meminjam, komunitas adalah fondasi—mereka tidak berani melakukan “anti-rug” terhadap semua orang. Kalau sampai mereka melakukan anti-rug, TVL bisa langsung terjun nol, dan proyeknya pun berujung “mati”.

2. Kedua, valuasi sekarang juga terlalu tinggi. TermMax adalah proyek pinjam-meminjam, hidup dari spread bunga. Saya cek situs resminya, spread-nya pada dasarnya sekitar 1%. Berdasarkan pengumuman resmi dengan nomor @TermMax , TVL mereka sekarang 90 juta dolar, artinya kalau semua dipinjamkan pun, pendapatan tahunannya cuma sekitar 900 ribu dolar.

Pendapatan 900 ribu per tahun, valuasi pre-market-nya memberi angka 182 juta dolar—terlalu tidak masuk akal. Walaupun dipertimbangkan proyeknya akan berkembang, tetap saja kebablasan.

Sebagai pembanding, saya kasih referensi: TVL Aave (platform pinjam-meminjam) adalah 14,7 miliar (dolar), pendapatan per tahun bisa 150 juta (dolar), dan market cap-nya hanya 1,35 miliar. Dengan perbandingan seperti ini, Anda bisa langsung paham betapa “gelembung” valuasi TMX ukurannya sampai sejauh apa.

3. Selain itu, saya merasa tim proyek TermMax tipe yang melakukan hal-hal nyata—bukan gaya para bandar yang main “pengaturan harga” atau skema bungkus. Mereka tampak ingin benar-benar membuat proyek, dan benar-benar menjalankan model menghasilkan profit.

Dari aksi TermMax tahun ini saja terlihat: Maret membuka Aspecta pre-sale sebelum pasar, April melakukan tes transfer token di chain, akhir Mei meluncurkan App V2, Juni mengadakan Bug Bounty… Juli Phase 4 dimulai, RLUSD deposito 20 juta/hari langsung memenuhi kapasitas.

Strategi ini benar, karena protokol pinjam-meminjam memang harus dimainkan seperti itu: langkah demi langkah. Tapi karena cara mainnya yang solid berdasarkan fundamental, tentu tidak akan ada “mitos candle meledak naik-turun” untuk bikin orang kebagian lonjakan besar secara tiba-tiba. Kemungkinan besar ia akan “turun diam-diam” untuk waktu yang lama, lalu baru ditarik ketika perkembangan besar proyek mulai matang.

Jadi saran saya: jangan keburu menahan harapan—jual sebelum tekanan jual dari komunitas keluar.