Rakuten Wallet tidak menambahkan perdagangan spot XRP secara terpisah. Menurut analis senior Yasuo Matsuda, langkah tersebut mencerminkan sebuah teori spesifik yang sedang dibangun bursa: bahwa pembayaran kripto selama bertahun-tahun terhambat di balik dua masalah yang belum terselesaikan, dan bahwa menyelesaikan keduanya sekaligus, bukan secara terpisah, adalah yang akhirnya membuat penyelesaian di dunia nyata menjadi layak.
Masalah dua bagian yang kata Rakuten harus diselesaikan oleh kripto
Matsuda menelusuri masalah itu kembali ke premis awal Bitcoin: penyelesaian lintas batas tanpa perantara keuangan. Premis itu menemui dua kendala praktis. Pemrosesan transaksi terlalu lambat untuk perdagangan nyata, dan volatilitas harga membuat memegang kripto bahkan untuk periode singkat sekalipun berisiko.
Stablecoin, menurut bingkai Rakuten, menyelesaikan sisi volatilitas. XRP, menurut Matsuda, dibangun khusus untuk menyelesaikan sisi kecepatan. Jika digabungkan, ia berpendapat, keduanya akhirnya menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis kripto dan apa yang benar-benar dibutuhkan bisnis untuk settlement.
Transfer perusahaan, bukan belanja ritel, yang menjadi dasar strateginya
Perubahan yang menghadap ke konsumen adalah bagian yang paling terlihat dari peluncuran ini. XRP yang dibeli melalui Rakuten Wallet dapat dikonversi menjadi Rakuten Cash, yang dapat digunakan di jaringan ritel Rakuten serta marketplace Rakuten Ichiba. Pengguna juga dapat membeli XRP langsung dengan Rakuten Points tanpa harus mengeluarkan uang mereka sendiri, yang menurut Matsuda menurunkan hambatan psikologis bagi orang-orang yang berhati-hati untuk mempertaruhkan uang tunai pada kripto.
Tapi Matsuda menunjuk pada kasus penggunaan yang kurang terlihat sebagai pendorong utamanya: operasi treasury perusahaan. Ia menyebut settlement antarperusahaan, transfer lintas negara yang terkait dengan pengeluaran karyawan, serta pembayaran B2B yang dialirkan melalui rekening-rekening Jepang sebagai kebutuhan yang belum terpenuhi, yang menurutnya dapat dibuka oleh jalur settlement berbasis kripto. Ini adalah biaya operasional yang berulang bagi perusahaan global, bukan transaksi konsumen sekali jalan—di sinilah Matsuda melihat peluang yang lebih besar yang bisa dituju.
Likuiditas sebagai argumen praktis untuk XRP secara khusus
Kasus Matsuda untuk XRP dibanding aset lain yang berfokus pada settlement bertumpu sebagian pada likuiditas. Ia menunjuk posisi XRP sebagai mata uang kripto terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar sebagai bukti adanya kedalaman yang cukup untuk arus remittance dan settlement, sekaligus membedakannya dari aset yang pemakaiannya cenderung lebih banyak bersifat spekulatif.
Perubahan sikap, bukan sekadar peluncuran produk
Matsuda memposisikan pencatatan ini sebagai satu bagian dari pola yang lebih luas: aset dunia nyata berbasis blockchain dan security token yang membuka kategori pasar yang sebelumnya tidak ada, serta institusi keuangan yang secara tradisional bersifat defensif terhadap kripto kini bergerak menuju partisipasi yang lebih aktif. Ia menggambarkan sikap regulasi bergeser secara paralel, meski tidak menyebutkan perubahan kebijakan yang spesifik.
