#TermMax @TermMax Saya sudah sedikit mengubah pikiran soal TermMax yang membunuh orderbook...🗣️

Awalnya, itu terlihat seperti semacam trade-off yang aneh. Orderbook memberi Anda penemuan harga yang terlihat. AMM memberi Anda sebuah rumus. Untuk fixed-rate lending, rasanya seperti mengganti pasar dengan spreadsheet.

Tapi semakin saya melihat desain TermMax, semakin saya memahami masalahnya: likuiditas fixed-rate terpecah berdasarkan jatuh tempo dan tingkat suku bunga. Orderbook yang tipis bisa membuat Anda menunggu calon lawan transaksi yang tepat. Pendekatan AMM pada dasarnya berkata… jangan menunggu. Biarkan kurva yang memberi Anda harga.

Itu satu manfaat praktis yang saya beli: eksekusi yang lebih baik saat pasar sedang tipis. Kalau saya ingin meminjam untuk jangka waktu tertentu dan tidak ada trader lain yang duduk di sana dengan order yang persis berlawanan, kurva yang diprogram tetap bisa memberi saya harga. Itu perbedaan yang berarti. 🧩

Tapi saya tidak akan menyebutnya lebih aman.

Risikonya berpindah ke kurva itu sendiri. Jika model penetapan harga salah, likuiditas bisa ditawarkan pada tingkat suku bunga yang salah terlalu lama, dan protokol lah yang menanggung kesalahan itu. Riset internal TermMax menjelaskan model range-order-nya menggunakan beberapa rentang suku bunga, yang membuat desain lebih fleksibel — tapi juga memberi logika penetapan harga lebih banyak tanggung jawab. ⚙️

Jadi saya kurang tertarik pada apakah AMM itu “lebih baik” daripada orderbook.

Saya ingin tahu: bagaimana TermMax membuktikan kurvanya mematok risiko harga dengan benar ketika likuiditas sedang mendapat tekanan? 🤔📉
$RED
$PRL