SanDisk kembali naik hampir 9%, pasar yang bertransaksi tidak hanya soal kenaikan harga penyimpanan

Pada hari perdagangan terbaru, SanDisk ditutup naik 8,94%, sempat melesat lebih dari 11% di intraday, sementara Micron juga ikut naik 4,12%. Gelombang dana ini terus mengejar saham-saham penyimpanan; penyebab utamanya bukan sekadar spekulasi jangka pendek, melainkan pasar sedang mengkaji ulang kebutuhan penyimpanan jangka panjang yang dipicu AI.

Target FY2028 hingga FY2030 yang diberikan SanDisk terbilang sangat agresif: pendapatan dipertahankan tumbuh di kisaran dua digit menengah hingga tinggi, margin kotor non-GAAP sekitar 80%, margin laba operasi sekitar 75%, dan tingkat free cash flow (FCF) yang disesuaikan sekitar 50%; setelah menyelesaikan investasi bisnis, perusahaan juga berencana mengembalikan 100% kelebihan kas kepada pemegang saham.

Yang lebih penting adalah kepastian. Perusahaan telah menandatangani perjanjian jangka panjang dengan 8 pelanggan, termasuk 3 raksasa cloud skala besar dari AS. Perkiraan cakupannya adalah sekitar 50% dari volume pengiriman pada FY2027, meningkat menjadi sekitar dua pertiga pada FY2028.

Pada kuartal fiskal sebelumnya, pendapatan SanDisk sebesar US$8,965 miliar, naik 51% secara kuartal-ke-kuartal. Pendapatan bisnis pusat data bahkan meningkat dua kali lipat secara kuartal-ke-kuartal, dengan margin kotor mencapai 84,6%.

Secara sederhana, AI sedang mengubah NAND dari komoditas yang sangat ber-siklus menjadi aset infrastruktur dengan karakter pesanan jangka panjang dan arus kas. Namun kenaikan saham sepanjang tahun ini sudah sangat luar biasa; verifikasi sesungguhnya ke depan adalah apakah margin kotor 80% bisa bertahan melewati siklus penyimpanan, bukan sekadar bertahan saat pasokan dan permintaan paling ketat.