Bank of America menurunkan target harga emas, dengan alasan imbal hasil riil obligasi AS terlalu tinggi sehingga menekan harga emas… tapi kemudian beralih lagi bahwa permintaan Asia dan pembelian emas oleh bank sentral masih bisa menopang tren kenaikan jangka panjang. Logika ini… bukannya saling bertentangan? Biaya peluang memegang emas memang mahal, tapi tangan bank sentral Asia yang membeli emas tak pernah benar-benar berhenti—ini kali ini apakah institusi sedang ingin menipu orang untuk menyerahkan posisi, atau mereka benar-benar merasa harga emas sudah berada di puncaknya?