【Peringatan Pasar Valas】17 Agustus, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam bahwa jika Oman menghalangi upaya AS untuk membuka kembali Selat Hormuz, maka AS akan melakukan pengeboman terhadap negara tersebut. Pengawal Revolusi Iran (IRGC) segera membantah tuduhan pihak AS tentang adanya apa yang disebut "jalur komunikasi rahasia", serta mengumumkan perubahan sikap militer dari defensif menjadi posisi "serangan menyeluruh". Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai skema pelayaran di jalur Selat Hormuz, yang membuat pihak AS sangat marah.
Dampaknya, harga minyak internasional langsung melonjak: minyak WTI naik lebih dari 2% dalam satu hari menjadi 85 dolar AS per barel, minyak Brent naik lebih dari 2,6% menjadi 90 dolar AS per barel pada kisaran tersebut, dan minyak mentah Murban UEA sempat naik lebih dari 9% selama sesi perdagangan. Selat Hormuz adalah jalur vital untuk sekitar 20% pengangkutan minyak mentah global; jika situasi meningkat lebih lanjut, risiko gangguan pasokan minyak akan terus mendorong harga energi, sementara volatilitas pasar valas global diperkirakan ikut membesar.
$WTI $Brent $USD
Hanya untuk referensi informasi, bukan merupakan saran investasi.
Dampaknya, harga minyak internasional langsung melonjak: minyak WTI naik lebih dari 2% dalam satu hari menjadi 85 dolar AS per barel, minyak Brent naik lebih dari 2,6% menjadi 90 dolar AS per barel pada kisaran tersebut, dan minyak mentah Murban UEA sempat naik lebih dari 9% selama sesi perdagangan. Selat Hormuz adalah jalur vital untuk sekitar 20% pengangkutan minyak mentah global; jika situasi meningkat lebih lanjut, risiko gangguan pasokan minyak akan terus mendorong harga energi, sementara volatilitas pasar valas global diperkirakan ikut membesar.
$WTI $Brent $USD
Hanya untuk referensi informasi, bukan merupakan saran investasi.
