Saya berdiri di depan gerbang TermMax selama tiga hari

Jujur saja, saya mengamati proyek TermMax ini selama tiga hari penuh.

Hari pertama saya diajak teman untuk melihat. Dia bilang ada perjanjian pinjaman dengan fixed rate yang akan menuju TGE. Reaksi pertama saya: “ini pasti fork lagi.” Begitu saya masuk, saya langsung terpana—10 chain, TVL tembus lebih dari 100 juta, dan pengguna aktif harian melonjak hingga menduduki peringkat kedua untuk protokol pinjaman DeFi. Datanya ada di depan mata, bukan angin kosong.

Tapi saya tidak langsung bertindak.

Kenapa? Karena di kepala saya terus ada satu suara yang berputar: model pinjaman dengan jangka tetap seperti ini, apakah benar cocok untuk retail? Saya meminjam USDT, mengunci selama 30 hari, dengan bunga 6%, lalu saat jatuh tempo membayar pokok dan bunga. Terlihat pasti—tapi bagaimana kalau dalam 30 hari itu pasar anjlok dan saya ingin buru-buru ambil posisi? Uang saya terkunci, tidak bisa keluar. Akhirnya cuma bisa bengong.
@TermMax

Itulah biaya dari fixed rate—Anda membeli kepastian, tapi yang Anda bayar adalah likuiditas.

Namun belakangan saya paham satu hal. Kebutuhan retail dan institusi itu memang berbeda. Retail butuh fleksibel: hari ini simpan, besok ambil; siap kabur kapan saja. Institusi butuh stabil: biaya pendanaan tiga bulan ke depan harus sudah diketahui terlebih dahulu, kalau tidak mereka tak bisa memberi penjelasan ke investor.

Sejak awal, TermMax tidak pernah berniat melayani retail. Optimasi Gas-nya juga tidak terlalu bagus. Biaya untuk melakukan transaksi di mainnet tidak rendah, dan pengalaman di mobile juga biasa saja. Ini jelas bukan untuk “coba dulu dengan modal kecil”.

Jadi cara pandang saya berubah—saya tidak menganggap diri saya sebagai pengguna, tapi sebagai pengamat. Saya lihat bagaimana institusi masuk, bagaimana kurator menentukan harga, dan bagaimana TVL terus naik. Performa token pada hari TGE-lah yang menjadi batu ujian pertama untuk mengukur kualitas logika ini.

Berdiri di depan gerbang selama tiga hari, akhirnya saya mengerti: tidak semua protokol perlu memuaskan semua orang. TermMax punya caranya sendiri. Saya bisa menerima aturan ini, atau memilih untuk pergi. Tapi orang yang hanya menonton tanpa bertindak, selamanya hanya akan tetap menonton.

#termmax