Kemarin para perusahaan pertambangan menjual koin sambil dianggap sebagai kabar buruk—hasilnya saham chip dan saham sektor listrik malah duluan melonjak dengan lebih heboh.
Kali ini, Riot menjual 9.665 keping $BTC selama setengah tahun, dengan harga rata-rata 75.785 dolar. Begitu kabar itu keluar, banyak orang langsung terlintas pikiran seperti “para penambang sedang kabur”.
Namun, saya tidak melihatnya seperti itu.
Perusahaan tambang menjual koin, dan penjualan paksa karena kepanikan di rantai (on-chain), itu bukan hal yang sama.
Lebih mirip manajemen arus kas perusahaan tradisional: mesin harus jalan, biaya listrik harus dibayar, dan laporan keuangan juga harus terlihat bagus.
Sayangnya, kejadian seperti ini muncul pada waktu sekarang—jadi ada nuansanya.
Di satu sisi, narasi tentang komputasi (power), listrik, dan data center di pasar saham AS masih panas, sehingga perusahaan tambang secara alami “menempel” pada semacam cangkang “aset komputasi”.
Di sisi lain, aset spot $BTC masih tertahan di sekitar 64186; high 24 jam 64610 dan low 63136. Harganya tidak ambruk—malah masih merah +1,56%.
Ini menunjukkan bahwa antrian jual (sell order) bukan berarti tidak ada yang mau menerima, tapi memang ada yang mampu menyerap.
Tadi saya sempat menatap order book; volume spot sehari baru 892 juta, sedangkan kontrak (futures) sampai 8,768 miliar—kira-kira 9,8 kali.
Funding rate hanya sampai +0,0046%, tidak terasa “kepanasan”, dan open interest masih ada 106.623 keping $BTC yang tertahan di atas.
Gaya rasanya lebih seperti narasi yang menyangga sentimen, kontrak yang memperbesar volatilitas, sementara pembeli spot belum sepenuhnya mundur.
Yang saya khawatirkan bukan Riot yang menjual.
Yang saya khawatirkan adalah jika pasar mengartikan “perusahaan tambang menjual koin tapi tidak bisa turun juga” sebagai hal yang sembrono (tanpa otak), lalu kemudian menumpuk kontrak terlalu penuh.
Kalau mau lanjut resonansi, kita perlu lihat apakah jalur perusahaan tambang, komputasi, dan listrik bisa membawa kembali uang dari luar ke arena—kalau tidak, ya tetap saja derivatif mainkan derivatif sendiri.
Kalau saya yang pegang kendali, di sini saya tidak mengejar; saya tunggu funding rate makin naik, atau posisi (open interest) dulu turun sebagian.
Menurut kalian, gelombang ini lebih karena narasi komputasi yang menahan $BTC , atau cuma kontrak lagi-lagi cari sensasi sendiri?
$BTC #BTC走势分析 #BinanceSquare
Itu pandangan saya. Uang kalian kalian yang memutuskan.
Kali ini, Riot menjual 9.665 keping $BTC selama setengah tahun, dengan harga rata-rata 75.785 dolar. Begitu kabar itu keluar, banyak orang langsung terlintas pikiran seperti “para penambang sedang kabur”.
Namun, saya tidak melihatnya seperti itu.
Perusahaan tambang menjual koin, dan penjualan paksa karena kepanikan di rantai (on-chain), itu bukan hal yang sama.
Lebih mirip manajemen arus kas perusahaan tradisional: mesin harus jalan, biaya listrik harus dibayar, dan laporan keuangan juga harus terlihat bagus.
Sayangnya, kejadian seperti ini muncul pada waktu sekarang—jadi ada nuansanya.
Di satu sisi, narasi tentang komputasi (power), listrik, dan data center di pasar saham AS masih panas, sehingga perusahaan tambang secara alami “menempel” pada semacam cangkang “aset komputasi”.
Di sisi lain, aset spot $BTC masih tertahan di sekitar 64186; high 24 jam 64610 dan low 63136. Harganya tidak ambruk—malah masih merah +1,56%.
Ini menunjukkan bahwa antrian jual (sell order) bukan berarti tidak ada yang mau menerima, tapi memang ada yang mampu menyerap.
Tadi saya sempat menatap order book; volume spot sehari baru 892 juta, sedangkan kontrak (futures) sampai 8,768 miliar—kira-kira 9,8 kali.
Funding rate hanya sampai +0,0046%, tidak terasa “kepanasan”, dan open interest masih ada 106.623 keping $BTC yang tertahan di atas.
Gaya rasanya lebih seperti narasi yang menyangga sentimen, kontrak yang memperbesar volatilitas, sementara pembeli spot belum sepenuhnya mundur.
Yang saya khawatirkan bukan Riot yang menjual.
Yang saya khawatirkan adalah jika pasar mengartikan “perusahaan tambang menjual koin tapi tidak bisa turun juga” sebagai hal yang sembrono (tanpa otak), lalu kemudian menumpuk kontrak terlalu penuh.
Kalau mau lanjut resonansi, kita perlu lihat apakah jalur perusahaan tambang, komputasi, dan listrik bisa membawa kembali uang dari luar ke arena—kalau tidak, ya tetap saja derivatif mainkan derivatif sendiri.
Kalau saya yang pegang kendali, di sini saya tidak mengejar; saya tunggu funding rate makin naik, atau posisi (open interest) dulu turun sebagian.
Menurut kalian, gelombang ini lebih karena narasi komputasi yang menahan $BTC , atau cuma kontrak lagi-lagi cari sensasi sendiri?
$BTC #BTC走势分析 #BinanceSquare
Itu pandangan saya. Uang kalian kalian yang memutuskan.