Indeks Dolar AS (DXY) jatuh ke 99,19, level terendah dalam 10 minggu, dan turun tiga hari berturut-turut, menembus level psikologis 100.
Pemicu pelemahan dolar adalah serangkaian data yang melemah secara berulang: tenaga kerja Nonfarm turun -23.000, CPI sesuai perkiraan 3,4%, PPI lebih rendah dari perkiraan, dan penjualan ritel pada kelompok kontrol justru turun tak terduga—akumulasi data ini membuat pasar menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September menjadi sekitar 30%. Investor kini menunggu dua hal: risalah rapat FOMC pekan ini dan pidato Waller di Konferensi Jackson Hole, guna mencari lebih banyak sinyal kebijakan.
Namun hari ini muncul variabel baru sekaligus: seorang pejabat senior Iran mengumumkan bahwa Iran beralih ke sikap “serangan menyeluruh”; jika upaya diplomasi gagal, Iran akan menerapkan pembatasan putaran baru terhadap Selat Hormuz. Harga minyak hari ini naik lebih dari 2%.
Ini menciptakan kombinasi yang menarik di pasar hari ini:
Dolar melemah (ekspektasi kenaikan suku bunga mereda) → aset non-imbal hasil secara teori diuntungkan
Harga minyak naik (ketegangan Timur Tengah meningkat) → ekspektasi inflasi kembali menguat → mengimbangi sebagian kabar baik
Emas hari ini menguat bersamaan: emas dan Brent sama-sama naik—ketegangan kawasan ditambah pelemahan dolar adalah kombinasi paling klasik yang mendorong kenaikan emas.
Untuk BTC: dolar yang melemah adalah kabar baik, sementara harga minyak yang naik adalah kabar buruk; keduanya terjadi bersamaan hari ini, sehingga arah bersih BTC bergantung pada kekuatan mana yang lebih dominan. Pola historis menunjukkan bahwa dampak positif pelemahan dolar terhadap BTC biasanya lebih besar daripada dampak negatif tekanan inflasi dari minyak—namun hubungan ini tidak se-stabil dulu dalam konteks ketidakpastian kebijakan The Fed saat ini.
Tonggak waktu terpenting pekan ini: pidato Waller di Jackson Hole, yang merupakan sinyal kebijakan tunggal paling penting tahun ini.
$BTC
$XAUT
#美元跌至10周低点