Menurut BBC, Rusia menuduh Inggris dengan sengaja meningkatkan konflik di Ukraina setelah adanya konfirmasi bahwa drone buatan Inggris digunakan dalam serangan terhadap target di dalam Rusia. Kedutaan Rusia di London mengatakan bahwa Inggris bertindak sebagai kaki tangan dan turut pelaku dari apa yang disebutnya sebagai serangan serta memperingatkan bahwa keterlibatan Inggris yang lebih dalam akan membawa konsekuensi. Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa Inggris berdiri bahu-membahu dengan Ukraina dan tetap berkomitmen untuk memasok peralatan yang dibutuhkan Kyiv untuk membela diri dari invasi Rusia.
BBC melaporkan bahwa drone, yang dibuat oleh dua perusahaan Inggris, digunakan untuk menyerang target militer dan industri, termasuk kilang dan gudang milik Wildberries, peritel online terbesar di Rusia. Sumber militer mengatakan kepada BBC bahwa drone dari Inggris digunakan dalam serangan-serangan tersebut, yang disebut telah menyebabkan kerusakan ekonomi lebih dari £35 miliar. Kementerian luar negeri Rusia juga mengatakan bahwa drone yang menggunakan komponen dan konfigurasi dari Inggris digunakan dalam serangan di wilayah Rusia, termasuk sebuah depot bahan bakar di wilayah Rostov. Laporan itu juga menyebut bahwa peringatan Moskow muncul setelah gelombang serangan Ukraina ke Rusia, sementara pihak Inggris mengatakan pada bulan April bahwa mereka akan memasok Ukraina puluhan ribu drone dalam paket terbesar yang pernah ada.
